Jawa Pos Radar Ponorogo – Persaingan memperebutkan enam kursi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Ponorogo memasuki tahap akhir.
Panitia seleksi (pansel) telah menetapkan tiga calon untuk masing-masing jabatan. Total 18 nama kini masuk dalam hasil akhir seleksi.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, penentuan pejabat untuk setiap jabatan harus dilakukan dengan cermat.
Kemampuan calon dalam mengelola organisasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu pertimbangan.
Termasuk gagasan masing-masing calon dalam menjalankan organisasi perangkat daerah (OPD) di tengah kondisi anggaran pemerintah daerah.
’’Harus hati-hati karena Ponorogo sedang bangkit. Jadi bagaimana memilih yang tepat sesuai bidangnya,’’ ujar Bunda Rita, sapaan Lisdyarita, Minggu (27/9).
Lisdyarita juga menegaskan latar belakang sekolah tertentu tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan pejabat.
Dia menyatakan bakal mengedepankan perlakuan yang sama terhadap para calon.
’’Tidak ada sekolah tertentu. Saya berusaha adil,’’ tegasnya.
Namun, Lisdyarita belum menyebut kapan enam pejabat definitif tersebut akan ditetapkan.
Hasil akhir seleksi tertuang dalam Pengumuman Pansel Nomor 31/PANSEL/KAB-PO/2026.
Dokumen tersebut menetapkan masing-masing tiga calon untuk enam jabatan yang diseleksi.
Prosesnya juga telah mendapat rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 48207/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 18 September 2026.
Enam jabatan yang akan diisi meliputi Direktur RSUD dr. Harjono S., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), serta Kepala Dinas Tenaga Kerja.
Dua jabatan lainnya adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
Dengan penetapan tiga calon pada setiap posisi, tahapan seleksi terbuka enam JPTP tersebut kini tinggal menunggu proses penetapan pejabat definitif. (err/kid)
Editor : Hengky Ristanto