Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo memasang target meraih Swasti Saba Wistara pada 2027. Namun, jalan menuju kategori tertinggi penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) itu masih terganjal indikator angka kematian bayi (AKB).
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menilai keberhasilan daerah dalam menekan AKB belum sepenuhnya terakomodasi dalam mekanisme penilaian. Karena itu, pemkab berharap pemerintah pusat menyesuaikan indikator tersebut.
Menurut Lisdyarita, sejumlah daerah mendapatkan tambahan poin ketika mampu menurunkan AKB hingga di bawah 15. Sementara Ponorogo yang disebut telah menekan angka tersebut hingga di bawah lima justru dinilai mengalami kenaikan pada indikator tertentu.
’’Upaya kami menurunkan angka kematian bayi seharusnya tetap diperhitungkan sebagai capaian,’’ tegas Bunda Rita, sapaan Lisdyarita, Selasa (28/9).
Di luar persoalan indikator AKB, Bunda Rita meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membenahi program yang berkaitan dengan pemenuhan indikator Kabupaten/Kota Sehat.
Setiap dinas diminta mempresentasikan kegiatan masing-masing. Tujuannya, program lintas sektor dapat dipetakan sekaligus disinkronkan untuk mengejar indikator yang masih belum terpenuhi.
’’Kabupaten Sehat ini tidak hanya kesehatan. Ada berbagai aspek dan program antardinas yang saling berkaitan dan bersinggungan,’’ jelasnya.
Menurut dia, pembenahan lintas OPD menjadi bagian dari persiapan Pemkab Ponorogo untuk membidik Swasti Saba Wistara pada 2027.
’’Jika kebijakan ini dapat diterapkan, insyaallah target meraih Swasti Saba Wistara pada 2027 dapat tercapai,’’ tandasnya. (err/kid)
Editor : Hengky Ristanto