Jawa Pos Radar Madiun – Warga Ponorogo mesti mewaspadai cuaca panas disertai peningkatan kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan.
Suhu udara pada siang hari diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran serta gangguan akibat angin kencang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris mengatakan, cuaca Ponorogo didominasi cerah hingga berawan.
Suhu pada siang hari berkisar 34–36 derajat Celsius dengan kelembapan 30–45 persen.
’’Peningkatan angin diperkirakan masih berlangsung dua hingga tiga hari ke depan, termasuk di Ponorogo,’’ kata Setiyaris, Selasa (29/9).
BMKG Juanda mencatat kecepatan angin maksimum di Jawa Timur mencapai 47 kilometer per jam pada Jumat (25/9).
Penguatan angin dipengaruhi perbedaan tekanan udara antara Australia bagian timur dan Thailand.
Warga diimbau tidak berteduh maupun memarkir kendaraan di bawah pohon dan baliho yang rawan roboh.
Pengendara sepeda motor juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan terbuka.
’’Pengendara motor juga perlu lebih berhati-hati menghadapi dorongan angin dari samping,’’ pesannya.
Cuaca kering disertai angin kencang turut meningkatkan risiko kebakaran. Warga diminta menghindari pembakaran sampah maupun lahan karena api berpotensi cepat merambat.
Fenomena El Nino yang tengah menguat turut menghambat pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut berpotensi membuat cuaca kering berlangsung lebih panjang.
’’Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang cuaca kering dan meningkatkan risiko kekeringan di Ponorogo,’’ jelasnya. (err/kid)
Editor : Hengky Ristanto