Jawa Pos Radar Ponorogo – Rangkaian seleksi terbuka (selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Ponorogo kini telah memasuki babak akhir.
Enam kursi pimpinan yang selama ini kosong tinggal menunggu penetapan pejabat definitif.
Adapun enam kursi jabatan strategis yang saat ini tengah menanti bos baru meliputi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Tiga posisi lainnya adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip), serta Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
Panitia seleksi (pansel) telah mengantongi dan mengumumkan tiga nama kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan tersebut sejak akhir September lalu.
Baca Juga: Hasil Lelang Jabatan Sudah Ada, Legislatif Minta Pemkab Ponorogo Segera Lantik Kepala OPD Baru
Seluruh nama tersebut kini berada di tangan eksekutif untuk dipilih salah satu.
Terkait proses tahap akhir ini, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menyerahkan kewenangan penentuan nama sepenuhnya kepada pihak eksekutif. Mengingat para kandidat telah melewati serangkaian uji kompetensi dengan hasil penilaian masing-masing yang objektif.
Namun, Kang Wi –sapaan akrabnya– menitipkan pesan penting. Ia mengingatkan bahwa figur yang nantinya terpilih akan berhadapan langsung dengan urusan pemerintahan krusial dan bertindak sebagai pembantu kepala daerah.
Oleh karena itu, penentuan sosok kepala dinas tidak boleh sembarangan. Selain dituntut kompeten, pejabat yang dilantik juga harus mampu menyelaraskan ritme kerja dengan visi misi bupati.
"Karena ini posisinya sebagai pembantu kepala daerah, bagaimana bisa dapat chemistry dan juga (kemampuannya) sesuai dengan bidangnya masing-masing," pungkasnya. (gen/kid/par)
Editor : Mizan Ahsani