Dikejar Tenggat Akhir Tahun, Pemkab Ponorogo Tambah Rp 10 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:00 WIB
DILANJUTKAN BERTAHAP: Alat berat memadatkan material perbaikan salah satu ruas jalan di Ponorogo. Pemkab Ponorogo menambah alokasi Rp 10 miliar pada P-APBD 2026 untuk menyempurnakan infrastruktur jalan yang terukur tuntas sebelum tutup tahun.
Foto: Radar Ponorogo
DILANJUTKAN BERTAHAP: Alat berat memadatkan material perbaikan salah satu ruas jalan di Ponorogo. Pemkab Ponorogo menambah alokasi Rp 10 miliar pada P-APBD 2026 untuk menyempurnakan infrastruktur jalan yang terukur tuntas sebelum tutup tahun. Foto: Radar Ponorogo

Jawa Pos Radar Madiun – Sisa waktu pengerjaan proyek fisik pada Perubahan APBD (P-APBD) 2026 kian menggepit.

Meski demikian, Pemkab Ponorogo memutuskan menambah suntikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk mengakselerasi perbaikan sejumlah ruas jalan.

Kendati begitu, intervensi anggaran ini dibatasi ketat khusus untuk pekerjaan yang dinilai realistis rampung tepat waktu.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan, tambahan dana tersebut diarahkan untuk melanjutkan penyempurnaan serta pelapisan ulang (overlay) di sejumlah jalur strategis.

Seluruh pelaksanaannya wajib berpacu dengan sisa waktu kalender anggaran.

"Ritme pekerjaannya memang harus ekstra cepat. Karena itu, proyek yang dieksekusi melalui P-APBD benar-benar kita filter sesuai estimasi waktu yang tersedia," ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Rita tersebut, Jumat (2/10).

Sepanjang tahun anggaran 2026, Pemkab Ponorogo mencatat total 82 titik pengerjaan jalan dengan menyedot pagu anggaran mencapai Rp 105 miliar.

Adapun tambahan Rp 10 miliar dari P-APBD dialokasikan untuk membenahi beberapa kawasan vital, di antaranya Jalan Ahmad Yani, koridor Batoro Katong, hingga akses jalan di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Ngrayun.

Bunda Rita tak menampik bahwa dinamika cuaca jelang akhir tahun turut menjadi variabel penentu kecepatan pengerjaan fisik di lapangan.

Pihaknya berkomitmen tidak akan memaksakan proyek riskan jika durasi yang tersisa tergolong tidak rasional.

"Jika memang secara teknis diprediksi tidak terkejar, saya tidak mau memaksakan untuk dilanjutkan. Khawatir pengerjaannya tidak selesai tepat waktu dan kualitasnya mengorbankan standar," tegasnya.

Evaluasi pengerjaan yang berkejaran dengan tenggat akhir tahun ini bakal dijadikan cermin untuk penyusunan anggaran 2027.

Ia menginstruksikan jajaran dinas teknis agar mematangkan skema persiapan proyek fisik sejak awal tahun agar tidak lagi menumpuk di menit-menit akhir.

"Harus direncanakan dan distart lebih awal supaya proses pengerjaan di lapangan tidak kembali terdesak batas tahun anggaran," pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
p-apbd ponorogo 2026 Pemkab Ponorogo perbaikan jalan Lisdyarita ponorogo