Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ponorogo sudah berdiri. Namun, belum satu pun menjalankan aktivitas koperasi.
Sebanyak 252 unit yang pembangunannya telah rampung masih menunggu verifikasi dan validasi (verval) sebelum diserahterimakan.
Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra mengatakan, pembangunan 252 KDKMP tersebut telah mencapai 100 persen. Jumlah itu tersebar dari total 307 desa dan kelurahan di Ponorogo.
Sementara, 55 desa dan kelurahan lainnya belum tersentuh pembangunan KDKMP. Persoalan ketersediaan lahan menjadi ganjalan utama.
’’Kendalanya bukan pada proses pembangunan, melainkan belum tersedianya lahan,’’ kata Farauk, Selasa (6/10).
Farauk memastikan pembangunan KDKMP dapat langsung dilakukan apabila lokasi telah tersedia.
Karena itu, kesiapan lahan dari pemerintah desa, kelurahan, maupun pemkab menjadi kunci untuk menuntaskan pembangunan di 55 wilayah tersisa.
’’Begitu ada lahan, begitu pihak desa atau kelurahan khususnya pemda sudah menyiapkan lahan, langsung kita kerjakan,’’ ungkapnya.
Di sisi lain, kebutuhan manajer untuk masing-masing koperasi disebut telah terpenuhi. Para manajer mulai masuk ke KDKMP masing-masing sejak 1 Oktober.
Namun, mereka belum dapat menjalankan aktivitas operasional koperasi lantaran tahapan verval bangunan belum selesai.
Saat ini, verifikasi dan validasi lapangan masih berlangsung terhadap bangunan KDKMP yang telah selesai dikerjakan.
Tahapan tersebut harus dituntaskan sebelum dilakukan serah terima dan koperasi mulai beroperasi.
’’Belum ada yang beroperasi. Saat ini kami sedang dalam tahap verifikasi dan validasi lapangan. Semoga segera selesai dan bisa segera diserahterimakan untuk operasional,’’ pungkas Farauk. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto