TPA Mrican Ponorogo Overload, DLH Usulkan Dua Truk Sampah Rp 1,45 Miliar

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:45 WIB
ARMADA SAMPAH: Truk pengangkut sampah milik DLH Ponorogo.  SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO
ARMADA SAMPAH: Truk pengangkut sampah milik DLH Ponorogo. SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan sampah di Ponorogo belum berhenti pada kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican yang sudah kelebihan kapasitas.

Armada pengangkut sampah milik pemerintah daerah juga membutuhkan pembenahan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo mengusulkan pengadaan dua truk senilai Rp 1,45 miliar melalui Perubahan APBD 2026.

Dua kendaraan tersebut memiliki fungsi berbeda. Satu unit disiapkan untuk memperluas jangkauan pengangkutan sampah, sedangkan satu unit lainnya menggantikan armada lama yang mengalami kerusakan berat.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Adhi Fahrianto mengatakan, anggaran Rp 1,45 miliar itu dialokasikan dalam usulan untuk pembelian satu unit dump truck senilai Rp 700 juta dan satu unit truk armroll seharga Rp 750 juta.

Menurut Adhi, penambahan dump truck diperlukan karena tiga unit yang saat ini beroperasi belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pengangkutan sampah.

Keterbatasan tersebut terutama dirasakan dalam pelayanan pengambilan sampah pasar di sejumlah kecamatan.

Jangkauan pengangkutan harus mencakup wilayah yang cukup jauh dari pusat kota, termasuk Sawoo dan Badegan.

‘’Dump truck yang ada masih layak, tetapi jangkauan pengambilannya masih kurang. Pasar itu banyak, sampai Sawoo dan Badegan,’’ ujar Adhi, Sabtu (10/10).

Penambahan satu unit kendaraan diharapkan dapat memperluas cakupan pelayanan pengangkutan sampah, khususnya dari pasar-pasar di wilayah kecamatan.

Berbeda dengan dump truck, pengadaan truk armroll tidak dimaksudkan untuk menambah jumlah armada.

Kendaraan baru tersebut disiapkan sebagai pengganti truk produksi tahun 2000 yang mengalami kerusakan berat hingga bagian sasisnya patah.

‘’Kalau penambahan jumlah truk armroll sebenarnya mengganti yang rusak. Saat ini, DLH memiliki enam truk armroll yang berfungsi mengangkut kontainer sampah,’’ jelasnya.

Truk armroll digunakan untuk mengangkut kontainer sampah dari titik pengumpulan menuju lokasi pembuangan.

Adhi menyebut, pengadaan kedua kendaraan direncanakan melalui mekanisme e-katalog.

DLH masih perlu membandingkan harga sebelum menentukan unit yang akan dibeli.

Usulan anggaran tersebut difokuskan untuk memperbaiki pelayanan pengangkutan sampah, bukan untuk mengatasi langsung persoalan daya tampung TPA Mrican.

Pasalnya, kondisi TPA yang sudah kelebihan kapasitas memerlukan langkah penanganan tersendiri di luar pengadaan kendaraan pengangkut.

‘’Persoalan kelebihan kapasitas TPA Mrican memerlukan penanganan tersendiri,’’ tandasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
Perubahan APBD 2026 TPA Mrican truk sampah DLH Ponorogo ponorogo