Jawa Pos Radar Madiun – Kualitas dan karakter generasi muda hari ini merupakan cerminan nyata dari bagaimana wujud dan nasib suatu bangsa di masa depan.
Apabila para pemudanya tumbuh dengan fondasi moral yang kokoh, maka masa depan bangsa akan bercahaya; sebaliknya, kerusakan moral remaja akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan negara.
Keprihatinan mendalam mengenai kondisi generasi penerus tersebut diangkat secara lugas oleh Muhammad Althaf Zahirul Ubaid pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ponorogo, Kamis (15/10).
Tampil percaya diri di panggung Pendapa Agung Kabupaten Ponorogo mewakili MTs Darul Huda, Althaf membawakan materi bertajuk "Remaja Islami Berakhlak Mulia: Menebar Kebaikan di Dunia Nyata dan Media Sosial".
Baca Juga: Dakwah di Festival Dai Cilik 2026, Zaskia Laelatul Serukan Pelajar Jadi Pribadi Bermanfaat
Di hadapan dewan juri dan puluhan audiens, ia memaparkan data mengejutkan terkait maraknya keterlibatan anak muda dalam persoalan hukum.
"Bicara tentang remaja berarti kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa. Sangat ironis ketika mencermati data bahwa ada sekitar 21 ribu remaja di Indonesia yang terjerat kasus hukum. Karena itu, penting bagi kita untuk membentengi diri dengan akhlak mulia," ungkap Althaf.
Siswa MTs Darul Huda ini menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai agama serta keluhuran budi pekerti menjadi perisai mutlak agar generasi muda terhindar dari perbuatan yang merugikan diri dan masa depannya.
Keberanian Althaf menyajikan data faktual yang dipadukan dengan pesan penguat moral ini sukses memikat perhatian dewan juri serta mendapat apresiasi riuh dari seluruh hadirin. (*)
Editor : Mizan Ahsani