Jawa Pos Radar Ponorogo – Tiga pekan sudah siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo menempati asrama tahun ajaran baru.
Namun, bagi sebagian besar siswa jenjang SMP, perasaan rindu rumah (homesick) mulai menyeruak.
Mereka tidak hanya kangen orang tua, tetapi juga suasana rumah dan lingkungan asalnya.
Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menjelaskan bahwa homesick lebih banyak dialami siswa SMP.
Berbeda dengan siswa SD yang dapat dijenguk setiap sore, siswa SMP hanya bisa menerima kunjungan pada akhir pekan.
’’Banyak yang minta dihubungkan dengan orang tua lewat telepon atau video call. Bahkan, kami izinkan wali murid datang malam hari di luar jam kunjungan jika sudah sangat kangen,’’ ujarnya, kemarin (18/8).
Untuk mengurangi rasa rindu itu, pihak SR menggelar beragam kegiatan.
Mulai dari aktivitas kelompok, pendekatan antara guru dan wali asrama dengan siswa, hingga peran kakak kelas yang membantu ngemong adik-adik mereka.
’’Siswa SD justru lebih enjoy karena kunjungan lebih sering, sementara SMP dan SMA lebih terbatas,’’ tambah Devit.
Meski demikian, Devit menegaskan bahwa kebijakan izin pulang tetap ketat.
Saat libur nasional maupun cuti bersama, siswa tidak diperbolehkan mudik.
Hanya pada hari besar keagamaan mereka diizinkan pulang.
’’Kalau libur nasional tidak pulang, tapi orang tua bisa berkunjung lebih lama dibanding hari biasa,’’ terangnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto