---------
PEMAIN asal Desa Kandangan, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, ini mampu menjawab kepercayaan Indra Sjafri, pelatih kepala timnas, yang baru memasukkannya selepas turun minum babak pertama.
Siapa sangka di balik aksinya sebagai supersub, pemain 22 tahun itu punya kebiasaan unik. Yakni, sulit tampil lepas bila Sumai, ibunya, menonton permainannya. Baik di stadion atau dari layar TV. ‘’Sejak dulu Irfan selalu grogi kalau ibunya nonton,’’ ungkap Marsidi, ayah Irfan.
Marsidi menilai Irfan bermain sangat lepas lawan Thailand. Permainan tanpa beban itu bisa jadi karena pengaruh Sumai yang tidak ikut nonton bareng (nobar). Halaman rumahnya tumpah ruah oleh ratusan warga setempat dan penggemar sepak bola yang memberikan dukungan. Ibu Irfan sepanjang pertandingan berdoa di dalam kamar. ‘’Sering sekali kalau ibunya nonton, permainan Irfan malah tidak bagus,’’ ujarnya.
Ikatan batin antara Irfan dengan Sumai sangat erat dan tidak terpisahkan jarak. Sebelum pertandingan, penyerang Persis Solo itu tidak pernah lupa menelepon sang ibu untuk meminta doa restu. ‘’Semoga setelah final SEA Games ini karir Irfan semakin gemilang,’’ tutur Marsidi.
Bila melihat kebiasaan Irfan, harapan sang ayah barangkali dapat terwujud. Karena sebagaimana ucapan alim ulama, doa seorang ibu menembus langit. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto