Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

City vs Inter: Antara Wujudkan Treble atau Trouble

Hengky Ristanto • Sabtu, 10 Juni 2023 | 18:30 WIB
Erling Haaland (Man City)-Lautaro Martinez (Inter Milan) (JAWAPOS.COM)
Erling Haaland (Man City)-Lautaro Martinez (Inter Milan) (JAWAPOS.COM)
PARTAI pamungkas Liga Champions tersaji dini hari nanti. Yang satu sudah mengantongi gelar Premier League dan Piala FA, satunya lagi telah membawa pulang trofi Supercoppa Italiana dan Coppa Italia.

Sehingga, duel Manchester City kontra Inter Milan adalah duel dua tim yang sama-sama memburu mimpi menjadi treble winners.

Bagi City, keberhasilan menundukkan Inter Milan akan menempatkan mereka sejajar dengan sang tetangga, Manchester United. The Red Devils sejauh ini menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih treble.

Adapun bagi Inter, kemenangan di Ataturk Olimpiyat Stadyumu, Istanbul, akan kian mengukuhkan posisi mereka sebagai satu-satunya tim Italia yang pernah treble. Hebatnya lagi dengan komposisi trofi yang berbeda: saat sukses melakukannya pada 2010 di bawah kendali Jose Mourinho, Nerazzurri memenangi Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Dua musim lalu, potensi treble City berubah menjadi trouble. Memenangi Premier League dan Piala Liga, mereka dibekuk Chelsea 0-1 di final Liga Champions.

”Harus diakui, tanpa gelar Liga Champions serasa ada yang hilang. Kurang lengkap. Kami harus memenanginya,” kata Pep Guardiola, pelatih City, dikutip dari JawaPos.com.

Guardiola berpeluang menjadi pelatih pertama yang mengoleksi dua treble. Trigelar sebelumnya diraih bersama FC Barcelona pada musim 2008–2009.

Berbagai bursa taruhan menempatkan City sebagai favorit. Tapi, tidak berarti itu membuat beban Inter sebagai underdog lebih ringan. Tetap ada beban mental.

Sebab, mereka kini menjadi satu-satunya harapan Italia untuk merebut gelar Eropa. Dua wakil Italia, AS Roma serta Fiorentina, lebih dulu kandas di final Liga Europa dan Liga Konferensi Europa.

Padahal, euforia tentang kebangkitan sepak bola Italia di Eropa setelah tim nasional mereka dua kali beruntun gagal ke putaran final Piala Dunia menggema sesaat setelah wakil mereka tampil di tiga final bulan lalu.

”Sama seperti City, kami juga memenangkan dua gelar musim ini. Kami layak tampil di final ini (Liga Champions dan layak menang, Red),” ujar Simone Inzaghi, pelatih Inter, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Sama-sama layak, sama-sama memburu gelar ketiga. Di laga sekrusial ini, kesalahan sekecil apa pun akan menjadi pembeda antara sukses meraih treble atau terjerembap ke dalam trouble. (jawapos.com/naz) Editor : Hengky Ristanto
#Erling Haaland #Pep Guardiola #final liga champions #inter milan #manchester city #simone inzaghi #lautaro martinez