PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Atlet Jujitsu Ponorogo tampak sibuk beberapa hari belakangan. Mereka rutin melakoni latihan sebagai persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur. Persiapan menyisakan waktu sekitar satu bulan jelang digelarnya ajang bergengsi tingkat provinsi September mendatang.
Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Ponorogo menurunkan sepuluh atlet. Hasil penjaringan dari total 35 atlet. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya. Sebab tahun ini hanya ada dua kategori Newaza kelas (-) 62 kilogram, (-) 69 kilogram, (-) 77 kilogram; serta Fighting kelas (-) 55 kilogram, (-) 62 kilogram, (-) 77 kilogram.
‘’Tahun ini kelasnya banyak yang dipangkas. Cukup disayangkan kelas (-) 56 kilogram tidak ada. Padahal banyak atlet kami di kelas tersebut,’’ kata Pelatih Cabor Jujitsu Ponorogo Dimas Aji Saputro.
Dimas mengklaim telah menyiapkan berbagai tahapan persiapan. Mulai pembentukan power melalui lari, push up, sit up, dan gym. Tahap awal itu dijalani selama tiga pekan. Selanjutnya, masuk ke tahap lanjutan yakni berlatih teknik. ‘’Kalau sudah mendekati pertandingan, seluruh atlet menjalani karantina. Tujuannya, menjaga pola makan dan latihan lebih intens,’’ lanjutnya.
Dimas tidak menampik waktu persiapan terbilang mepet. Anggaran yang dialokasikan Koni Ponorogo diakuinya hanya cukup untuk menggelar latihan selama satu bulan. Lebih sedikit ketimbang tahun lalu dengan masa latihan hingga dua bulan. ‘’Karena itu kami tidak berani menargetkan medali,’’ ungkapnya.
Kilas balik Porprov Jatim 2022 lalu, atlet Jujitsu Bumi Reog mampu membawa pulang total 11 medali. Perinciannya, enam medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu. Dimas berharap penuh pada dua atlet penyumbang medali tahun lalu yang diturunkan kembali tahun ini. Yakni, Deva Bagus Setyo Wicaksono dan Steefanny Kinky H yang mengikuti kategori Newaza sekaligus Fighting kelas (-) 62 kilogram. ‘’Semoga dengan persiapan singkat ini mampu membuahkan hasil. Terpenting atlet tetap semangat,’’ ujarnya. (fac/kid)
Editor : Mizan Ahsani