Paceklik gelar PBSI Kota Madiun selama satu dekade diakhiri ganda putra pemula Aldrick Sebastian Susanto dan Rama Madsuba Praduarta. Aldrick-Rama mengakhiri rekor negatif badminton Kota Madiun dengan menjadi juara di ganda putra pemula Kapolda Jatim Cup 2023.
-------------
WAJAH semringah Aldrick dan Rama terlihat sekali usai berhasil menjuarai Kapolda Jatim 2023. Ekspresi mereka yang sedari sebelumnya terlihat sedikit tegang karena deg-degan berubah jadi rileks.
Maklum, keduanya baru berlaga sebagai pasangan seminggu sebelum kejuaraan bulutangkis tersebut berlangsung akhir Mei hingga awal Juni lalu. Tetapi, prosesnya tidak butuh waktu lama. Penampilan dan hasil yang mereka dapatkan ternyata langsung menjanjikan.
Aldrick mengungkapkan, keberhasilannya tak lepas dari kejelian coach Tjun Tjun yang mampu melihat kelebihan dan kekurangannya dengan Rama. Selama seminggu, dia dan Rama dilatih secara intensif. ‘’Saya lebih banyak beroperasi di belakang. Sedangkan, Rama di depan,’’ ungkapnya kemarin (9/8).
Remaja asal Mejayan, Kabupaten Madiun itu merasa bangga bisa mengangkat nama Madiun di kancah bulutangkis Jatim. Aldrick berharap apa yang telah diraihnya tersebut bisa menjadikan poin plus untuk mengikuti puslatprov. ‘’Dari awal saya sempat bilang ke orang tua kalau nggak yakin ketika semifinal lawan Sidoarjo itu. Bahkan, set kedua sempat ketinggalan 20-14. Tiba-tiba terjadi mukjizat 22-20,’’ kenang pelajar SMPN 1 Mejayan tersebut.
Sama halnya dengan Rama. Dia sempat deg-degan dan gusar ketika ketinggalan jauh dari Sidoarjo. Namun, dirinya bersama Aldrick coba bermain tenang. ‘’Berat sebenarnya. Namun, di final juga lebih berat ternyata ketika menghadapi Pasuruan,’’ ungkap pelajar SMPN 3 Kota Madiun tersebut.
Rama mengaku selalu menjalin komunikasi dengan Aldrick untuk membangun chemistry. Dirinya juga tidak banyak menuntut dengan partnernya tersebut. Sehingga, bisa bermain dengan lebih enjoy. Meski begitu, Rama memang lebih diplot untuk main di depan dan Aldrick di belakang.
‘’Sebenarnya kalau main ganda sih harus bisa dua-duanya ya. Tidak bisa depan terus atau belakang terus. Jadi, saling melengkapi saja. Balik lagi ke komunikasi juga. Aku lebih nyaman main di mana,’’ kata remaja asal Desa Kanung, Kecamatan Sawahan itu.
Terpisah, Ketua PBSI Kota Madiun Edwin Santoso mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Aldrick dan Rama. Terlebih, prestasi yang mereka dapat mampu mengakhiri paceklik gelar sejak 10 tahun terakhir. ‘’Capaian yang didapat Aldrick dan Rama ini diharapkan mampu menggugah semangat para pelatih maupun calon-calon atlet bulutangkis lainnya,’’ harapnya.
Asal mau berjuang, menurut Edwin, para atlet bulutangkis lainnya pasti bisa mengukir prestasi seperti Aldrick dan Rama. ‘’Tentu ini bukan hal yang gampang. Asalkan ada semangat, ada kemauan untuk sama-sama bekerja sama yang solid demi kemajuan bulutangkis di Kota Madiun,’’ tutur Edwin. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani