Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Top Markotop! Sumbang Medali Emas untuk Jawa Timur, Atlet Ngawi Cetak Rekor di O2SN

Budhi Prasetya • Selasa, 26 September 2023 | 23:30 WIB
BERPRESTASI: Hasna Yusria Qanita, siswi SMPN 03 Karangjati, menyumbang medali emas untuk Jawa Timur pada ajang O2SN, di Jakarta, Jumat (22/9) lalu. (DIKBUD NGAWI UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI)
BERPRESTASI: Hasna Yusria Qanita, siswi SMPN 03 Karangjati, menyumbang medali emas untuk Jawa Timur pada ajang O2SN, di Jakarta, Jumat (22/9) lalu. (DIKBUD NGAWI UNTUK JAWA POS RADAR NGAWI)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Ngawi terus mencetak atlet-atlet berprestasi. Yang terbaru, atlet asal Bumi Orek-Orek sukses menyumbang medali emas untuk Jawa Timur di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN di Jakarta, Jumat (22/9) lalu.

Hasna Yusria Qanita, 14, remaja Desa Sembung, Karangjati, Ngawi, meraih medali emas O2SN dari cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri. 

Hebatnya, Hasna memecahkan rekor sebagai atlet asal Ngawi yang membantu menyumbang medali emas untuk Jawa Timur di ajang O2SN.

"Alhamdulillah, setelah bertemu dengan atlet dari berbagai provinsi, menang dan mendapat medali emas untuk Jatim," kata Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono, kemarin (25/9).

Hasna menang meyakinkan sejak seleksi di tingkat kabupaten, Mei lalu. Siswi kelas IX-D SMPN 3 Karangjati itu tidak pernah kalah saat mengikuti seleksi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. 

Selalu menang langsung dalam dua set. Hal tersebut menunjukkan kualitas atlet Ngawi tersebut.

"Ini menunjukkan kualitas Hasna, dia selalu menang telak sejak dari kabupaten," ujarnya.

Tahun ini, prestasi siswa dan siswi asal Ngawi itu cukup banyak. Sebelumnya, SDN 3 Dero, Bringin, mendapatkan medali emas pada olimpiade sempoa tingkat internasional di Malaysia.

Disusul SDN 1 Jogorogo yang memperoleh medali emas dan perak pada olimpiade matematika dan IPA di Pontianak.

Menurut Sumarsono, para pendidik di Ngawi berhasil menerapkan Merdeka Belajar dengan baik. Adapun kurikulum ini tak hanya fokus pada akademik, namun juga non akademik.

"Melalui kurikulum Merdeka Belajar, peserta didik diberi keleluasaan dalam menggali potensinya masing-masing," pungkasnya. (sae/naz/*)

Editor : Budhi Prasetya
#medali emas #tunggal putri #O2SN #ngawi #atlet bulu tangkis