NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Para atlet yang menyumbangkan medali untuk Ngawi tidak sekadar mendapatkan ucapan terima kasih. Pemkab mengapresiasi perjuangan atlet dengan bonus rupiah.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ngawi bakal memberikan bonus uang tunai untuk atlet yang berprestasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur 2023 tersebut.
''Total 24 atlet peraih medali diberi bonus,'' kata Ketua KONI Ngawi Faisol kemarin (25/9).
Faisol membeberkan bahwa peraih medali emas diberi bonus Rp 25 juta, perak (Rp 15 juta), dan perunggu (Rp 10 juta).
KONI telah mengusulkan anggaran pemberian bonus ke dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora). Namun, realisasinya masih tahun depan lantaran pembahasan perubahan APBD (P-APBD) 2023 sudah berjalan.
''Para atlet harus tetap semangat meski bonusnya belum cair tahun ini,'' pintanya.
Kontingen kabupaten ini merengkuh 42 medali. Perinciannya, delapan medali emas, 15 perak, dan 19 perunggu.
Bila merujuk nilai bonus, maka pemkab perlu menganggarkan Rp 200 juta untuk atlet peraih medali emas; perak (Rp 225 juta); dan perunggu (Rp 190 juta).
Dengan demikian totalnya Rp 615 juta atau lebih dari setengah miliar rupiah.
Menurut Faisol, pemberian bonus bentuk perhatian pemkab ke para atlet berprestasi. Mereka diharapkan terus menjaga semangat dalam berlatih.
''Tentu saja agar memotivasi atlet-atlet lainnya,'' tuturnya.
Sekadar diketahui, prestasi Ngawi dalam Porprov VIII Jatim mengalami anomali. Kontingen kabupaten ini mengoleksi total 42 medali dan menempati peringkat ke-28 dari total 38 kota/kabupaten peserta.
Jumlah koleksi medali pada ajang pesta olahraga itu sejatinya lebih banyak ketimbang Porprov VII yang hanya 39 medali. Akan tetapi, posisi Ngawi turun dari sebelumnya menempati peringkat ke-21.
''Para atlet sudah berusaha semaksimal mungkin,'' ucapnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya