NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Dua gol yang dilesakkan Slamet Hariyadi alias Larso tak mampu menyelamatkan Persinga dari kekalahan.
Laskar Alas Ketonggo, julukan Persinga, harus tumbang dengan skor 2-3 saat menghadapi Perseta 1970 dari Tulungagung di Stadion Wilis, Kota Madiun, Selasa (5/12) kemarin.
Hasil tersebut membuat sejumlah pihak ingin Persinga mengoptimalkan performa di sisa pertandingan grup J Liga 3 Jatim 2023/2024.
Para pendukung Persinga nonton bareng (nobar) di GOR Bung Hatta, Ngawi. Ini Lantaran regulasi larangan suporter away.
Nobar yang digelar CEO Persinga Ngawi Dwi Rianto Jatmiko itu juga untuk deklarasi agar Liga 3 Jatim dan momen kampanye berjalan kondusif.
“Meski kalah, semangat para pemain patut diapresiasi,'' kata Antok, sapaan Dwi Rianto Jatmiko.
Persinga kecolongan tiga gol di delapan menit awal. Ketertinggalan itu coba dikejar. Persinga cuma mampu membalas dua gol.
Menurut Antok, kecolongan tiga gol di awal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.
''Mental pemain harus ditingkatkan. Kalau kepercayaan diri hilang, permainan tidak terlihat,'' ungkap wabup Ngawi tersebut.
Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono tak ketinggalan ikut nobar. Ia berharap suporter Persinga Ngawi tetap komitmen sesuai deklarasi bersama.
Yakni, tidak melakukan tandang ke Madiun agar suasana tetap aman dan kondusif.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,'' kata Argo.
Dua gol balasan Persinga lahir dari kaki sang kapten, Larso. Namun, brace itu tak mampu memberikan poin bagi Persinga.
Menurutnya, ada miskomunikasi. Pun, lini belakang kurang konsentrasi.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,'' kata Larso.
Pelatih Persinga Sigit Wicaksono tak menampik timnya lengah di menit awal. Selanjutnya, sejumlah catatan dalam laga perdana itu segera dibenahi.
''Mental dan fokus para pemain, khususnya di saat-saat krusial,'' ujar Sigit. (sae/den)
Gol Perseta 1970
- Khokok Roniarto (5')
- Andik Zulianto (7')
- Azriel Feren (8')
Gol Persinga
- Slamet Hariyadi Larso (11', 65')
Editor : Budhi Prasetya