PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Persepon harus mampu menjaga mental dan performa pemain jika ingin lolos ke 32 besar Liga 3 Jatim.
Putaran kedua penyisihan Grup K Liga 3 Jatim menjadi kesempatan emas. Seluruh kesebelasan di grup ini memiliki peluang lolos ke putaran berikutnya lantaran selisih poin yang terpaut tipis.
Kekalahan Persepon menghadapi Perspa asal Pacitan dengan skor tipis 1-0 Sabtu lalu (9/12), wajib jadi evaluasi menyeluruh.
Dari kekalahan itu, tim berjuluk Laskar Suromenggolo harus rela melepas pucuk pimpinan klasemen sementara.
Kini, Persepon bertengger di posisi kedua dengan perolehan empat poin, disusul Perspa dengan perolehan sama, dan Bojonegoro di urutan terakhir dengan dua poin.
Sementara itu, puncak klasmen sementara grup K tetap diduduki Persemag dengan lima poin.
Manajer Persepon Arif Budianto menyatakan bahwa sebenarnya timnya menang di atas keras dibanding Perspa. Baik itu dari sisi materi pemain, hingga kedudukan klasemen sementara.
Nasi telah menjadi bubur, kemelut di mulut gawang justru berakhir gol bunuh diri pada menit ke-17.
"Sebenarnya kami juga dapat penalti, tapi gagal dieksekusi,’’ ujar Arif.
Arif menambahkan, dalam laga lawan Laskar Kanjeng Jimat –julukan Perspa Pacitan itu, Persepon juga dipaksa bermain 10 orang. Setelah, Abdul Wahab diganjar kartu merah.
"Dengan 10 pemain pun sebenarnya masih bisa fight penguasaan bola masih tinggi, tapi tetap gagal ciptakan gol,’’ ujarnya.
Kado kartu merah itu memaksa Persepon harus bertanding tanpa Abdul Wahab, pemain utama di posisi gelandang tengah dalam putaran kedua melawan tuan rumah Persemag, Rabu (13/12).
Selain itu, Galih Cahyo Saputro, pemain bertahan turut absen lantaran akumulasi kartu yang didapat dari dua laga terakhir.
"Keduanya baru bisa bertanding saat melawan Bojonegoro FC di laga Jumat (15/12) nanti,’’ jelasnya
Arif memastikan evaluasi telah dilakukan. Pun, tak ada lagi rasa sombong buah kemenangan pertandingan sebelumnya.
Di bawah asuhan coach Ridwan Anwar, para pemain telah digembleng bermental baja layaknya seorang warok.
"Bagi pemain, pertandingan ini bukan masalah lawan siapa, tapi melawan diri sendiri,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya