NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pupus sudah harapan Persinga. Laskar Alas Ketonggo, julukan Persinga, mustahil lolos grup J Liga 3 Jatim 2023/2024.
Itu setelah Persinga tumbang saat melawan Perseta 1970 asal Tulungagung dengan skor 0-1 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Rabu (13/12) kemarin.
"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menang," kata pelatih Persinga Ngawi Sigit Wicaksono.
Sigit menuturkan, Persinga selalu kebobolan dari eksekusi bola mati dalam dua pertandingan terakhir.
Pada pertandingan versus Perseta kemarin, gol juga tercipta dari skema bola mati.
Sundulan Muhammad Reza Rahmadiputra, pemain Perseta, yang memanfaatkan tendangan bebas memastikan kekalahan Persinga.
Hal serupa juga terjadi saat lawan PSM pekan lalu. Jaring penjaga gawang dirobek dari eksekusi 12 pas dan tendangan bebas.
"Kami memang masih lemah dalam antisipasi bola mati, ini menjadi PR (pekerjaan rumah)," ungkapnya.
Persinga cuma bisa mengumpulkan satu poin dari empat laga. Tiga kekalahan dan sekali seri.
Di lain sisi, puncak grup J sementara diduduki PSM dengan 12 poin. Disusul Perseta dengan sembilan poin.
Tim besutan Sigit harus menelan pil pahit. Sebab, poin tak akan terkejar kalaupun menang dalam dua laga terakhir grup J.
''Kami dan Arema Indonesia tidak bisa mengejar PSM dan Perseta," ujarnya.
Kesempatan melenggang ke fase berikutnya kandas. Persinga bakal menghadapi Arema Indonesia Jumat (15/12) dan PSM Minggu (17/12).
Kendati demikian, pihaknya tidak mau menyerah. Harus tetap bermain maksimal di sisa pertandingan. Sigit mengatakan tim bakal memberikan permainan yang terbaik.
"Atlet tidak boleh kendor walau tidak mungkin lolos," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya