Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil dan Perjalanan Hidup Suwardi ‘’Becak Lawu’’: Pernah Jualan Bakso dan Jadi Kuli Pasar, Kini Jadi Guru Beladiri Rafathar

Wawan Isdarwanto • Senin, 5 Februari 2024 | 18:46 WIB
Suwardi ‘’Becak Lawu’’. (IG/@stevewardi)
Suwardi ‘’Becak Lawu’’. (IG/@stevewardi)

Jawa Pos Radar Madiun – Suwardi baru saja menyabet sabuk juara abadi kelas flyweight One Pride MMA. Itu setelah memenangi pertarungan melawan Irfan Aruan pada Sabtu malam lalu (3/2).

Pada pertarungan melawan Irfan Aruan tersebut terlihat jelas Suwardi masih powerfull meski usianya sudah hampir kepala empat. 

Petarung berjuluk Becak Lawu itu mendominasi sepanjang pertarungan dan berhasil menyudahi perlawanan Irfan Aruan di ronde 4 dengan rear naked choke.

Berikut profil Suwardi dirangkum dari berbagai sumber:

Suwardi lahir di Magetan, 25 Desember 1984, dari orang tua pasangan Giman dan Tarmi. Kondisi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan memaksa Suwardi hanya bisa sekolah sampai SMP.

Suwardi memiliki basic beladiri pencak silat yang ditekuni sejak SD. Namun, sebelum merambah MMA dia membekali dirinya dengan latihan Brazilian jujitsu dan muaythai.

Lulus SMP, Suwardi lantas merantau ke Madura dan berjualan bakso di sana. Kemudian, pada awal 2000 mencoba peruntungan nasib di Bogor dan bekerja di sebuah bengkel motor.

Setelah itu, Suwardi sempat menjajal berbagai pekerjaan seperti kuli pasar, penjaja minuman, tukang gali kabel, hingga penjaga kos-kosan.

Suatu ketika, Suwardi coba merantau ke Jakarta. Di ibu kota inilah dia mengenal Brazilian jujitsu setelah ditawari seorang pelatih untuk latihan di dojo-nya.

Awalnya Suwardi menolak karena merasa tak mampu membayar iurannya. Namun, melihat potensi Suwardi, pelatih Brazilian jujitsu tersebut membebaskan biaya latihan untuk Suwardi.
Tanpa berpikir panjang, Suwardi mengiyakan tawaran tersebut.

Di sisi lain, Suwardi merasa ekonominya tidak mengalami perubahan. Dia pun balik ke Bogor dan bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di sana.

Di sela aktivitasnya sebagai pekerja perkebunan, Suwardi latihan MMA di Synergy Asta.
Beberapa prestasi pun berhasil diraih. Di antaranya, juara I Submission Challenge Bandung dan juara I Submission Challenge ISC 2014.

Debut Suwardi di MMA terjadi pada April 2015 di ajang XXC Xtreme Cage Championship. Sayangnya, dia harus menelan kekalahan dari lawannya kala itu, Stefer Rahardian.

Namun, kekalahan itu tidak membuat Suwardi patah arang. Dia lantas coba ikut audisi One Pride MMA dan lolos.

Pada Mei 2016 Suwardi melakoni debut di One Pride melawan Trystian. Hasilnya, petarung yang kini menetap di Bogor itu menang di ronde 1 lewat teknik guilottine choke.

Sejak itu, namanya di One Pride semakin meroket. Bahkan, pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sempat meminta Suwardi melatih beladiri anak sulungnya, Rafathar.

Di pentas MMA tanah air, Suwardi dikenal sebagai raja submission atau pertarungan bawah. Itu dibuktikan dengan rekor 15 kemenangannya yang 12 di antaranya dihasilkan dari teknik submission mulai armbar, kimura, guilottine choke, hingga rear naked choke.

Biodata:
Nama: Suwardi
TTL: Magetan, 25 Desember 1984
Istri: Rita
Anak: Jane Pranaharum, Kalani Shasikirana, Tristan Andra Raditya
Basic beladiri: pencak silat, Brazilian jujitsu, muaythai
Rekor MMA: 15 menang, 4 kalah

(isd)

Editor : Wawan Isdarwanto
#MMA #suwardi #profil