Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Klub Voli Korea yang Ditendang Red Sparks dari Zona Play Off Ini Tunjuk Eks Proliga sebagai Pelatih Baru

Wawan Isdarwanto • Kamis, 28 Maret 2024 | 15:00 WIB
Lee Young-taek resmi menjadi pelatih baru GS Caltex.
Lee Young-taek resmi menjadi pelatih baru GS Caltex.

Jawa Pos Radar Madiun - GS Caltex mengumumkan penunjukan pelatih baru menyongsong kompetisi liga voli putri Korea musim depan.

Tim yang bermarkas di Seoul itu merekrut Lee Young-taek sebagai pelatih anyar.

"Selamat datang. GS Caltex menunjuk Lee Young-taek sebagai pelatih," tulis pihak klub di akun Instagram resminya.

Bagi pecinta voli tanah air, nama Lee Young-taek cukup familier. Pasalnya, musim lalu dia melatih salah satu klub Proliga yakni Palembang Bank Sumsel Babel.

Setelah kompetisi Proliga berakhir, Lee Young-taek gabung IBK Altos sebagai asisten pelatih.

Sebelum melatih di Indonesia, Lee Young-taek selama tiga musim membesut Red Sparks.

"Ini tantangan baru bagi saya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan para penggemar," ujarnya.

Kehadiran Lee Young-taek diyakini mampu mengembalikan kejayaan GS Caltex.

Klub yang dibela monster spiker Gyselle Silva itu memiliki rekor mentereng 9 kali juara beruntun V-League.

Namun, nasib GS Caltex musim ini cukup mengenaskan. Mereka gagal ke play off akibat selisih poin dengan Red Sparks di klasemen lebih dari 3.

Pergantian pelatih juga terjadi di AI Peppers. Pihak klub telah mengumumkan penunjukan pelatih kepala baru yakni Jang So-yeon.

Dia tercatat sebagai pelatih perempuan keempat sepanjang sejarah V-League.

So-yeon merupakan salah seorang legenda voli putri Korea. Dia tercatat sebagai pemain timnas sejak 1993 hingga 2004 dan turun di ajang olimpiade sebanyak tiga kali.

Kehadiran So-yeon diyakini mampu membentuk AI Peppers menjadi "sebuah tim".

Sekaligus diharapkan AI Peppers tidak lagi menjadi bulan-bulanan tim lain.

Ya, musim ini AI Peppers hanya mengemas lima kemenangan, sama seperti musim 2022/2023.

Rekor buruk lainnya adalah kalah 23 kali beruntun, terbanyak sepanjang sejarah V-League. (isd)

Editor : Wawan Isdarwanto
#gs caltex #Voli korea #pelatih #Red Sparks