Jawa Pos Radar Madiun - Penampilan Timnas Indonesia di dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sangat menjanjikan.
Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-A-On, hingga Jay Idzes tampil solid. Enam poin berhasil didapat Indonesia dari dua laga kontra Vietnam.
Publik semakin antusias dengan program naturalisasi PSSI. Belakangan, nama yang akan segera menyusul mengucap sumpah menjadi WNI adalah Maarten Paes.
Sang kiper utama FC Dallas dikategorikan sebagai pemain grade A.
Selain dia, ada beberapa pemain grade A yang telah masuk radar naturalisasi oleh PSSI. Bahkan, beberapa nama di bawah ini sudah berkomunikasi dengan Ketum PSSI Erick Thohir.
Jika mereka bergabung dengan timnas, publik meyakini Indonesia akan dapat berbicara banyak. Tak lagi di level Asean, melainkan di level Asia.
Berikut kelima pemain grade A berdarah Indonesia yang dibidik PSSI.
Daniel Klein
Beberapa kiper memang masuk radar naturalisasi PSSI. Sebelum Maarten Paes, kiper Panathinaikos B Cyrus Margono terlebih dahulu mengambil sumpah WNI.
Daniel Klein juga masuk radar.
Kiper FC Augsburg tersebut bahkan sempat dihubungi Fardy Bachdim, kakak Irfan Bachdim yang berperan sebagai agen sekaligus jembatan antara pemain di Eropa dengan PSSI dan Erick Thohir.
Di usia 22 tahun, kiper bertinggi 193 sentimeter itu sudah bermain delapan kali di tim kedua FC Augsburg.
Adapun FC Augsburg merupakan kontestan Bundelisa, divisi teratas di Jerman.
Jairo Riedewald
Pemain berkewarganegaraan Belanda ini sudah cukup lama dikaitkan dengan proyek naturalisasi Indonesia.
Kini dia bermain di Liga Primer Inggris bersama Crystal Palace.
Menempati posisi gelandang bertahan, Jairo merupakan gelandang jangkar yang sudah kenyang pengalaman di liga-liga top Eropa.
Sebelum merumput di Inggris, Jairo juga sempat bermain di Eredivisie bersama Ajax.
Nilai pasarnya saat ini, merujuk Transfermarkt, mencapai sekitar 2 juta euro atau setara Rp 34,2 miliar.
Million Manhoef
Satu lagi pemain grade A yang masuk radar naturalisasi PSSI.
Namanya Million Manhoef.
Ia baru saja dibeli Stoke City yang kini bermain di Championship (kompetisi kasta kedua di Inggris) dari Vitesse pada bursa transfer musim dingin.
Berposisi sebagai sayap kanan, Manhoef pada musim ini melesakkan empat gol bersama Vitesse di Eredivisie, sebelum akhirnya ditebus senilai 3,5 juta euro oleh Stoke.
Nilai transfer Manhoef tersebut jauh lebih tinggi dari harga pasar Jairo saat ini.
Jayden Oosterwolde
Berbeda dengan ketiga pemain sebelumnya yang memiliki darah campuran Belanda-Indonesia, Jayden Oosterwolde justru berdarah campuran Turki-Indonesia.
Jayden yang berposisi sebagai pemain bertahan saat ini membela Fenerbahce.
Tak hanya mengandalkan fisik yang kuat, Jayden dinilai sebagai defender yang cerdas.
Kemampuannya dalam membaca permainan dan membantu build up dari kedalaman akan sangat disukai Shin Tae-yong.
Jayden juga tergolong sebagai pemain versatile.
Tak hanya bisa bermain di posisi bek tengah, ia juga sempat dijajal bermain di posisi bek kiri dan gelandang kiri dalam 24 laga yang dijalaninya musim ini.
Tak heran harga pasarnya merujuk Transfermarkt mencapai 11 juta euro atau setara Rp 121 miliar!
Ole Romeny
Jika dibandingkan dengan empat pemain grade A sebelumnya, Ole Romeny merupakan opsi naturalisasi yang paling realistis bagi PSSI.
Ia sudah mengungkapkan ketertarikan.
Selain itu, penyerang FC Utrecht ini juga berkomunikasi langsung dengan Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, hingga Ivar Jenner (rekannya di Utrecht).
Meski lahir di Belanda, Ole memiliki darah Indonesia dari ibu dan neneknya.
Pemain setinggi 185 sentimeter itu merupakan penyerang dengan tipikal nomor 9.
Kecepatan, pergerakan off the ball, positioning, dribbling, dan finishing-nya merupakan jawaban dari segala harapan publik Indonesia yang menginginkan striker haus gol.
Tahun ini, Ole memang baru bermain 13 kali dan hanya mencetak satu gol di Eredivisie.
Namun musim lalu, ketika fit hampir sepanjang musim, Ole mampu melesakkan 11 gol dari 33 penampilannya bersama Utrecht di liga teratas Belanda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani