Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Prof Haye dan Wak Haji Ragnar, Dua Pemain yang Membantu Timnas Wujudkan Hal Mustahil

Mizan Ahsani • Sabtu, 30 Maret 2024 | 18:00 WIB
KELAS EROPA: Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jay Idzes, dan Hokky Caraka, merayakan gol ke gawang Vietnam. (ANTARA)
KELAS EROPA: Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jay Idzes, dan Hokky Caraka, merayakan gol ke gawang Vietnam. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Amsterdam dan Oss. Dua kota di Belanda itu menjadi saksi lahirnya dua pemain kunci timnas saat ini, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen.

Hidup puluhan tahun di Negeri Kincir Angin tak membuat ingatan Thom dan Ragnar tentang Indonesia luntur seketika.

Puncaknya, dua pesepak bola yang malang-melintang di Eredivisie itu meluangkan waktunya untuk terbang 15,500 kilometer dari Belanda menuju Indonesia.

Untuk menuntaskan janji sucinya menjadi warga negara Indonesia.

Senin (18/3) malam, Thom yang berstatus pemain SC Heerenven dan Ragnar yang merupakan pemain Fortuna Sittard, mengucap sumpah tersebut di Jakarta.

Tiga hari berikutnya, Thom dan Ragnar menjadi penonton saat Indonesia meraih kemenangan 1-0 melawan Vietnam di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Dua hari berselang, ketika dokumen-dokumen yang dibutuhkan Thom dan Ragnar sudah lengkap, keduanya ikut terbang ke Hanoi, Vietnam.

Keduanya diterbangkan untuk ikut memperkuat Indonesia melawan Vietnam di My Dinh Stadium, Selasa (26/3).

Seperti halnya Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On yang langsung diberi debut sejak menit pertama oleh Shin Tae-yong, Thom dan Ragnar juga langsung jadi starter.

Thom diduetkan dengan Marselino Ferdinan di lini tengah.

Gelandang 29 tahun itu menggantikan posisi Ivar Jenner yang ditinggal di Jakarta karena sakit.

Sementara Ragnar, ia memulai laga dengan mengisi posisi winger kiri yang ditinggalkan Rafael Struick yang kurang fit.

Tampil penuh, Thom menggunakan pengalaman tampil regulernya bersama SC Heerenveen dengan sangat baik.

Ia langsung setel dengan permainan Garuda, dengan satu asis penting dari sepak pojok yang ia hasilkan pada gol pertama yang dicetak Jay Idzes pada menit kesembilan.

Bak seorang regista seperti Andre Pirlo dari Italia, dengan gaya kaos kaki pendek khasnya, kehadiran Thom membuat aliran bola Indonesia berjalan mulus pada laga itu.

Khususnya pada babak pertama dimana Merah Putih menyarangkan dua gol.

Seperti halnya Pirlo, tipe bermainnya kalem dan terlihat tak banyak lari, tetapi dalam hal positioning, Thom tampak selalu on point.

Sebagai gelandang, ia tak berlama-lama membawa bola.

Pola bermainnya menunjukkan bahwa kepintarannya bermain si kulit bundar begitu mumpuni di mana ia tahu kapan harus membawa bola dan kapan harus segera mengumpan kepada rekannya yang sudah kosong.

Ia juga beberapa kali terpantau lihai memotong serangan Vietnam dan ketika bola berada di kakinya, tak mudah juga pemain-pemain lawan merebut bola darinya.

Melihat apa yang ditampilkan Thom, Shin Tae-yong seusai laga memberikan pujian setinggi langit.

"Thom menggantikannya (Ivar Jenner) di lini tengah. Dia melakukan pekerjaannya dengan baik. Dan lebih dari 100 persen saya puas dengan penampilannya," ujarnya, seperti ditulis Antara.

Untuk Ragnar, striker 26 tahun itu membuat serangan Indonesia pada laga itu hidup setelah tak begitu tajam saat meraih kemenangan 1-0, Kamis (21/3) lalu.

Penampilannya membuat sisi serangan kiri Indonesia acapkali memberikan alarm bahaya bagi pertahanan Vietnam.

Tak perlu menunggu lama, Ragnar langsung memperoleh gol perdananya bersama Garuda setelah mencatatkan namanya ke papan skor pada menit ke-22.

Dari sisi kiri, ia melakukan tusukan dengan melewati empat bek Vietnam.

Ragnar sempat melihat rekannya di kotak penalti untuk ditawarkan umpannya, tetapi ia melihat opsi itu tidak cukup baik karena tak ada striker yang berada di posisi ideal.

Alhasil, ia memilih melepaskan tembakan dengan kaki kirinya yang akhirnya menghunjam ke gawang Filip Nguyen dari sudut sempit.

Dalam strategi Shin Tae-yong, dengan pressing-pressing-nya, Ragnar menjadi palang pintu pertahanan pertama Indonesia.

Ia pun juga tak segan untuk membantu pertahanan dimana beberapa kali melakukan track back untuk meringankan beban Nathan Tjoe-A-On di sisi kiri.

Debut indah bagi Ragnar di Hanoi malam itu ditutup beberapa menit sebelum wasit meniup peluit panjang, saat ia digantikan Ricky Kambuaya di penghujung laga (90+5').

"Saya sangat senang, tentu saja bagaimana saya tidak bahagia. Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang hebat," kata Ragnar seusai laga, Selasa (26/3).

Tiga menit setelah Ragnar keluar, pemain pengganti Ramadhan Sananta melengkapi kemenangan Indonesia melawan Vietnam di Hanoi dengan skor 3-0.

Raihan ini mengulangi kemenangan yang terakhir kali diraih hampir 20 tahun lalu.

Mendekati Piala Dunia 2026

Berkat dua kemenangan melawan Vietnam, Indonesia kini berada di posisi kedua klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua Grup F dengan koleksi tujuh poin.

Dengan sisa dua laga, Indonesia unggul empat poin dari Vietnam yang ada di posisi ketiga dengan tiga poin dan terpaut lima poin dari Irak yang tampil sempurna dari empat laga dengan raihan 12 poin.

Hal ini berarti Indonesia tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk semakin dekat dengan pintu Piala Dunia 2026 yang akan dimainkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sekaligus otomatis lolos ke Piala Asia 2027 tanpa kualifikasi.

Bahkan, hasil dua kali imbang atau dua kali kalah pada dua laga tersisa sebenarnya juga masih membuat Indonesia lolos putaran ketiga, apabila pada saat yang sama, Vietnam yang masih mempunyai peluang lolos, tidak memetik hasil maksimal dari dua laga melawan Filipina dan Irak. Namun, daripada skema di atas, rasanya kemenangan menjadi jalan yang lebih gagah bagi Indonesia untuk menempuh putaran ketiga.

Di dua laga sisa, Indonesia mendapatkan keuntungan karena akan melakoni partai kandang saat menjamu Irak dan Filipina pada bulan Juni nanti.

Irak menjadi lawan pertama yang akan dijamu Indonesia pada tanggal 6 Juni nanti. Laga ini bukan tidak mungkin menjadi tiga poin yang mengantarkan Indonesia lolos ke putaran ketiga, jika melihat tren permainan Garuda yang terus naik akhir-akhir ini dan faktor bermain di kandang yang selalu dipadati suporter fanatiknya.

Dilansir dari keterangan resmi di Jakarta, Selasa (26/3), pengamat sepak bola Momahad Kusnaeni sepakat Garuda sudah saatnya mampu menaklukkan Irak yang merupakan negara peringkat 59 dunia atau ketujuh di Asia itu "Dengan perkembangan permainan timnas saat ini, merebut poin dari Irak bukan hal yang mustahil."

Saat ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara ASEAN yang ada di posisi dua besar grup putaran kedua atau dua peringkat teratas yang nantinya dipersilahkan lolos ke putaran ketiga.

Apabila semua skenario berjalan lancar, putaran ketiga akan menjadi panggung besar Indonesia karena pada putaran itu akan dihuni 17 raksasa-raksasa Asia seperti Qatar yang baru menjuarai Piala Asia 2023, Iran, hingga Australia yang kini sudah memastikan langkah ke putaran ketiga.

Di putaran ketiga, 18 negara akan dibagi tiga grup yang masing-masing diisi enam negara dimana dua peringkat teratas masing-masing grup mendapatkan enam tiket lolos ke Piala Dunia 2026.

Jika terlalu sulit merebut enam tiket langsung, Indonesia masih mempunyai kesempatan dengan mendapatkan dua tiket langsung dari putaran keempat apabila menjadi juara grup dari dua grup yang diisi tiga tim, peringkat tiga dan empat dari tiga grup putaran ketiga.

Jika ini sulit digapai, masih ada babak kelima untuk memperebutkan satu tiket yang diperebutkan interkontinental.

Memang masih terlalu dini membicarakan kesempatan tampil di turnamen paling bergengsi Piala Dunia 2026 karena jalan Indonesia masih sangat panjang.

Namun, apa yang dilakukan Shin Tae-yong sejak menangani Indonesia pada Januari 2020 silam atau empat tahun yang lalu membuat mimpi publik tanah air untuk melihat timnas kesayangannya tampil di turnamen terakbar itu terus menyala, tak padam, bahkan semakin besar.

Apa yang terjadi selama dua bulan ke depan akan sangat menentukan langkah Indonesia untuk lolos ke putaran ketiga. Cukup tiga poin lagi untuk melihat Garuda mengepakkan sayapnya dengan gagah.

Selain tiga poin yang semakin mendekati Piala Dunia 2026 yang pertama kali digelar di tiga negara itu, satu kemenangan di bulan Juni nanti juga menegaskan level Garuda yang saat ini sudah bertengger di level Asia, bukan lagi hanya berputar di Asia Tenggara dengan mengejar Piala AFF. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ragnar #haye #piala dunia #Thom #timnas #vietnam