Jawa Pos Radar Madiun - Lini serang Timnas Indonesia menjadi pekerjaan rumah besar yang perlu dipecahkan Shin Tae-yong alias STY dan jajaran pelatih.
STY kerap bongkar pasang posisi nomor 9 karena belum menemukan striker murni yang layak menjadi ujung tombak. Dari mulai Rafael Struick, Hokky Caraka, hingga Ramadhan Sananta.
Belakangan ini, muncul satu nama pemain keturunan yang dijagokan menjadi striker naturalisasi. Ia adalah Ole Romeny.
Ole sendiri sudah mengungkapkan ketertarikan membela timnas. Striker FC Utrecht ini memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu. Neneknya orang Medan.
Pemain dengan tinggi 185 sentimeter itu merupakan penyerang dengan tipikal nomor 9. Posisi yang sama seperti Sananta dan Hokky.
Lantas, apakah Ole lebih baik dari Sananta dan Hokky? Mari simak perbandingan statistik ketiga pemain berikut ini.
Fisik
Dari segi fisik, ketiga pemain memiliki postur yang hampir mirip. Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka memiliki tinggi 182 sentimeter.
Sementara, tinggi Ole Romeny mencapai 185 sentimeter.
Tinggi badan menjadi modal yang cukup untuk menebar teror bagi lini belakang lawan.
Ketiganya juga tipikal pemain yang berani berduel dengan lawan.
Kemampuan ini menjadi modal penting dalam taktik modern yang menuntut striker harus ikut bekerja melakukan press dan merebut bola.
Dari segi usia, Hokky merupakan yang paling muda (19 tahun), disusul Ole (20 tahun), dan Sananta (21 tahun).
Meski relatif muda, Hokky, Ole, dan Sananta menunjukkan mental bertanding mereka sudah terasah sesuai level kompetisi masing-masing.
Performa di Klub Musim Ini
Jika yang dilihat hanya dari urusan menceploskan bola ke gawang lawan, Ramadhan Sananta lebih unggul. Musim ini, ia sudah tampil 23 kali bersama Persis Solo dan mencetak 8 gol.
Bila dikonversikan dengan menit bermainnya secara keseluruhan (1.365 menit), maka catatan golnya satu per 171 menit.
Di urutan kedua ada Hokky Caraka yang sudah tampil 27 kali dan mengemas 4 gol bersama PSS Sleman.
Bermain 1.956 menit, ia menghasilkan satu gol per 489 menit.
Ole Romeny berada di urutan buncit dibandingkan kedua pemain.
Baru bermain 13 kali di Eredivisie bersama FC Utrecht dan hanya mengemas satu gol dari total 466 menit ia bermain.
Namun musim lalu, ketika fit hampir sepanjang musim, Ole mampu melesakkan 11 gol dari 33 penampilannya bersama Utrecht di liga teratas Belanda.
Torehan itu menyamai catatan gol Ramadhan Sananta bersama PSM Makassar di Liga 1 musim lalu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani