Jawa Pos Radar Madiun - Kemenangan back to back kontra Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia memang menjadi pencapaian yang layak untuk dirayakan.
Namun, itu masih dianggap biasa-biasa saja bagi sebagian orang yang tak mendukung proyek naturalisasi pemain keturunan.
Meski diterpa banyak kritik, PSSI terus tancap gas melanjutkan proyek naturalisasi ini. Sejumlah nama baru bahkan terus mencuat.
PSSI tampaknya sadar betul bahwa Timnas Indonesia sudah kebanyakan pemain belakang berkualitas.
Oleh karena itu, besar kemungkinan pemain yang sedang diincar berposisi di sektor tengah atau depan.
Pun, jika sektor belakang, pemain itu harus versatile, bisa menempati berbagai posisi.
Siapa saja mereka?
Calvin Verdonk
Pemain NEC Nijmegen ini menempati daftar teratas pemain keturunan yang menjalani naturalisasi.
Sebab, ia juga telah go public menyampaikan sedang dalam proses perpindahan kewarganegaraan.
Meski berposisi sebagai bek kiri, Calvin Verdonk merupakan pemain yang serba bisa. Bahkan, dijuluki sebagai Alex Grimaldo-nya NEC Nijmegen.
Selain bisa menempati posisi bek kiri, Calvin juga piawai menempati posisi holding midfielder (gelandang bertahan), dan bek tengah.
Baca Juga: Adu Gacor Ole Romeny, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Timnas Butuh Striker Nomor 9 yang Haus Gol!
Jairo Riedewald
Di sektor tengah, PSSI mengantongi satu nama pemain grade A.
Belakangan, salah satu pundit di Eropa menyatakan, pemain berdarah Suriname-Belanda-Indonesia ini telah menolak panggilan Timnas Suriname.
Bermain sebagai gelandang bertahan di Liga Primer Inggris bersama Crystal Palace, jam terbang dan kedewasaan bermainnya tak perlu diragukan lagi.
Jens Raven
Pemain yang memiliki darah keturunan dari Jogjakarta ini bermain di tim U21 Dordrecht di Eerste Divisie (kasta kedua Liga Belanda).
Berposisi sebagai striker, pemain berumur 18 tahun ini memiliki gaya permainan yang mirip dengan Rafael Struick.
Musim ini, pemain bertinggi 189 sentimeter itu telah bermain sebanyak tujuh kali dan mengemas dua gol.
Ole Romeny
Ole telah mengungkapkan ketertarikan membela timnas. Striker FC Utrecht ini memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu. Neneknya orang Medan.
Pemain dengan tinggi 185 sentimeter itu merupakan penyerang dengan tipikal nomor 9. Posisi yang sama seperti Sananta dan Hokky.
Musim ini, Ole baru bermain 13 kali di Eredivisie bersama FC Utrecht. Ia baru mengoleksi satu gol dari total 466 menit ia bermain.
Musim lalu, Ole sukses mencetak 11 gol dari 33 penampilannya bersama Utrecht di Eredivisie. (naz)
Editor : Mizan Ahsani