Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hasil Indonesia vs Qatar di Piala Asia U23: Unggul Possession dan Mendominasi Passing, Timnas Tetap Keok

Mizan Ahsani • Selasa, 16 April 2024 | 07:40 WIB
Pratama Arhan, bek Timnas Indonesia U23 (PSSI)
Pratama Arhan, bek Timnas Indonesia U23 (PSSI)

Jawa Pos Radar Madiun - Indonesia tuntas melakoni laga perdana di Piala Asia U23 menghadapi tuan rumah Qatar, Senin (15/4) malam.

Bermain di hadapan belasan ribu pendukung Qatar yang memadati Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Indonesia memberi perlawanan sengit.

Sejak kick off, Qatar berusaha menguasai permainan.

Meski demikian, para pemain Indonesia cukup dapat mengimbangi tim tuan rumah.

Itu dapat dilihat dari jumlah passing Indonesia U23 yang lebih banyak dibandingkan Qatar.

Selama babak pertama, Marselino Ferdinan Cs mencatatkan 157 umpan, sedangkan lawan 126 umpan.

Akurasi passing Indonesia juga jauh lebih baik dibandingkan Qatar, 77 persen berbanding 71 persen.

Dari catatan itu, possession Indonesia jauh lebih banyak.

Sepanjang 45 menit babak pertama, penguasaan bola Indonesia mencapai 57 persen.

Adapun Qatar hanya menguasasi bola sebanyak 43 persen.

Peluang terbaik Indonesia didapat pada menit ke-38.

Melepas tembakan dari luar kotak penalti ke sudut gawang Qatar, sayang tembakannya hanya membentur mistar.

Drama sempat terjadi di pengujung babak pertama.

Wasit memberi hadiah penalti kepada Qatar atas pelanggaran Rizky Ridho terhadap penyerang Qatar.

Setelah melakukan pengecekan lewat VAR, kibasan tangan Ridho dianggap sebagai pelanggaran dan dikenai kartu kuning.

Khaled Ali Sabah, pemain bernomor 10, menyelesaikan tugas dengan baik.
Sepakannya mengecoh Ernando Ari.

Skor 1-0 untuk keunggulan Qatar.

Selama babak pertama, Qatar mencatatkan 6 tembakan, 3 di antaranya on target.

Menghadapi sejumlah tembakan dari pemain Qatar, Ernando Ari sejauh ini tampil solid di bawah mistar Garuda Muda.

Adapun Indonesia mencatat 2 tembakan, dengan 1 di antaranya on target ke gawang Qatar yang dikawal Yousef Baliadeh.

Hingga peluit turun minum berbunyi, skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Indonesia mencoba bangkit.

Namun sayangnya, petaka justru datang di menit ke-46.

Ivar Jenner yang sebelumnya telah mendapat kartu kuning pada babak pertama diganjar kartu merah.

Kehilangan Ivar membuat permainan timnas limbung.

Yang ditakutkan akhirnya terjadi. Di menit ke-54, Al Rawi menggandakan keunggulan tim tuan rumah menjadi 2-0.

Permainan keras Indonesia kembali mendapat ganjaran hukuman di pengujung laga.

Menit ke-94, Ramadhan Sananta yang baru masuk di babak kedua diganjar kartu merah usai menginjak kaki pemain lawan.

Indonesia mengakhiri laga dengan sembilan pemain.

Hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap 2-0 untuk kemenangan Qatar.

Meski keok, permainan Indonesia tak sepenuhnya buruk.

Menilik catatan permainan, asa itu masih ada bagi Garuda Muda.

Penguasaan bola timnas lebih baik di sepanjang pertandingan.

Indonesia tercatat menguasai bola sebanyak 56 persen, sedangkan Qatar 44 persen.

Jumlah umpan dan akurasinya juga jauh lebih baik.

Indonesia mencatat 386 umpan dengan akurasi 78 persen. Sedangkan lawannya 301 umpan dan akurasinya 71 persen.

Terlepas dari sederet keputusan kontroversial wasit, PR Shin Tae-yong hanya satu, bagaimana mengubah catatan baik itu menjadi serangan mematikan.

Pasalnya, Qatar jauh lebih efektif dalam menyerang. Dari 9 tembakan, 5 di antaranya on target ke gawang Ernando.

Bandingkan dengan Indonesia. Mencatat 8 tembakan, hanya 2 yang on target.

Bila penyelesaian akhir sanggup diperbaiki di laga berikutnya, bukan tak mungkin Garuda meraih poin perdananya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #U23 #Wasit #qatar #timnas #Hasil