Jawa Pos Radar Madiun - Hasil Indonesia vs Irak di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Kamis (6/6) lalu memang kurang memuaskan.
Bermain di hadapan puluhan ribu supporter di GBK, timnas yang kemarin belum diperkuat Calvin Verdonk keok 0-2.
Salah satu pemain yang mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut adalah Shayne Pattynama. Ia menyebut bahwa Garuda bermain lebih baik, terutama di babak pertama.
Bahkan ia menilai pertandingan sore kemarin lebih baik dari pertemuan perdana ketika dibantai Irak dengan skor 1-5 di Basra, November tahun lalu.
Buktinya, dari total sembilan tembakan lawan, tak ada yang berbuah gol.
Irak justru mencuri dua gol berkat penalti Aymen Hussein (54') dan Ali Jasim (88'). Dua gol itu berawal dari kesalahan individu pemain Indonesia sendiri.
"Menurut saya kami bermain sangat baik. Ada perbedaan besar dari pertemuan pertama ketika kalah 5-1 dan sekarang. Kami seharusnya bisa mencetak banyak gol," kata Shayne.
"Tapi, sayangnya kami tidak bisa mencetak gol. Lalu mereka mencetak gol penalti, lalu kita kena kartu merah. Jadi ini sangat sulit bagi kami," tambahnya.
Bek 25 tahun itu menambahkan, ia cukup optimistis dengan kans Indonesia untuk lolos ke putaran ketiga kualifikasi.
Yang jelas, Garuda harus meraih kemenangan pada laga penentuan melawan Filipina di SUGBK pada Selasa (11/6) mendatang, pukul 19.30.
"Jadi kami harus memperbaikinya, bekerja keras, dan terus berjuang, maka gol itu akan datang. Kami akan bangkit dan memastikan lolos ke babak selanjutnya," tutupnya.
Kompetisi dengan Calvin Verdonk
Shayne Pattynama menyambut positif timnas yang kedatangan Calvin Verdonk.
Pemain NEC Nijmegen itu dikabarkan bisa memperkuat timnas pada laga penentuan melawan Filipina.
Dengan kedatangan Verdonk, persaingan bek kiri timnas Indonesia bakal semakin sengit.
Pasalnya di posisi tersebut, ada empat pemain yang mengisi. Selain Shyane, ada Pratama Arhan, Nathan Tjoe-A-On, dan terbaru Calvin Verdonk.
Bahkan kompetitor di posisi ini masih dapat bertambah karena Justin Hubner juga bisa bermain di pos bek kiri.
Disinggung tentang persaingan di bek kiri timnas yang semakin padat, Shayne mengatakan bahwa hal itu normal dalam sepak bola.
Ia juga menyebut bahwa dirinya siap ditempatkan di posisi manapun di timnas.
"Untuk Timnas Indonesia saya siap main di posisi apapun. Ini negara saya. Kompetisi adalah kompetisi. Ini persaingan normal baik di klub ataupun timnas," kata Shayne.
"Harus bekerja keras dan saling membantu satu sama lain. Ini adalah hal normal dalam sepak bola," sambung pemain KAS Eupen itu.
Sejauh ini, Verdonk merupakan bek kiri paling berpengalaman dan menonjol yang ada di skuad Garuda.
Maklum, ia menjadi pemain andalan di klubnya, NEC Nijmegen musim ini yang di antaranya finis di posisi keenam Eredivise Belanda dengan 53 poin.
Bersama klubnya itu, Verdonk tampil 40 penampilan musim ini dengan torehan dua gol dan tiga asis.
"Dia pemain yang bagus. Saya kenal dia karena main di Belanda. Dia benar-benar pemain bagus. Saya bisa belajar dari dia untuk mengasah kemampuan dan ketangguhan," ucapnya. (naz)