Jawa Pos Radar Madiun - Megawati Hangestri akhirnya mencicipi gelar juara pertamanya di Proliga.
Hasil itu seolah menghapus kutukan selama 9 tahun.
Sebelum musim ini, sejak berkiprah di Proliga pada 2015 silam, Mega belum pernah sekali pun membawa timnya juara.
Termasuk saat dua kali melangkah ke grand final bersama dua tim berbeda, dua kali pula Megawati tak dinaungi keberuntungan.
Kegagalan pertama dialami Megawati saat berseragam Jakarta Pertamina Energi musim 2019.
Tampil di grand final, Megawati harus tertunduk lesu usai laga setelah timnya takluk dari Jakarta Popsivo Polwan.
Kegagalan kedua dialami Megawati musim 2023 lalu saat masih membela Jakarta Pertamina Fastron.
Pada grand final yang berlangsung di GOR Amongrogo Jogjakarta, Pertamina Fastron kalah dari Bandung BJB Tandamata.
Serangkaian kegagalan itu terbayar lunas di Proliga musim ini. Megawati sukses merengkuh gelar juara bersama Jakarta BIN.
Sukses itu terasa lebih istimewa karena Megawati terpilih sebagai best player.
Mega berharap suksesnya meraih juara Proliga menular ke liga voli Korea bersama Red Sparks musim ini.
"Alhamdulilah dengan bekal ini, juara, semoga masih ada euforia untuk main lagi di sana (Korea). Siapa tahu rezekinya lagi bisa juara juga di liga Korea," kata Megawati. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto