Jawa Pos Radar Madiun - Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil menjuarai PLN Mobile Proliga 2024.
Itu setelah mereka membungkam juara bertahan Jakarta LavAni 3-1 (28-30, 25-22, 25-22, dan 25-23) pada final di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (21/7) malam.
Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Reidel Toiran punya pendapat menarik usai meraih hasil positif itu.
Katanya, menjuarai kompetisi sebagai pelatih lebih sulit dibandingkan saat dia meraih juara sebagai pemain.
"Kalau pelatih lebih pusing. Kalau pemain tinggal main maksimal, cuma kalau pelatih agak bingung," ujarnya, mengutip dari Antara.
"Ini pengalaman baru, dua tahun aku bilang, banyak belajar. Di tahun kemarin, tahun ini, terima kasih dikasih kesempatan dan aku bisa bayar dengan maksimalkan performa kita," sambungnya.
Adapun Reidel sempat mencicipi gelar juara Proliga sebagai pemain saat memperkuat Surabaya Samator.
Pelatih asal Kuba itu mengaku tim asuhannya urang maksimal saat tampil pada awal kompetisi.
Namun berkat evaluasi oleh tim pelatih setiap Minggu, performa Nizar Zulfikar dan kawan-kawan kian impresif hingga menyabet gelar juara.
"Kami selalu evaluasi. Salah pasti ada, cuma anak-anak sampai final ini masih terima semua masukan, masih memaksimalkan untuk target kita," kata pelatih terbaik Proliga 2024 itu.
Reidel berterima kasih banyak kepada manajer dan seluruh pihak yang terlibat dalam internal Jakarta Bhayangkara Presisi.
Atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dalam melakukan perubahan selama musim kompetisi ini.
"Aku terima kasih banyak kepada atlet karena kita lewat hasil dari atlet. Kita pelatih bisa kasih tahu atau situasi atau taktik, cuma atlet yang atlet yang menerapkan di lapangan," ujarnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani