Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jadi Pahlawan Kemenangan, Jens Raven Tak Henti Menangis saat Diwawancara, Ini Alasannya

Mizan Ahsani • Selasa, 30 Juli 2024 | 04:48 WIB
TANGIS BAHAGIA: Jens Raven menangis saat diwawancara. (INSTAGRAM ILAN ALKATIRI)
TANGIS BAHAGIA: Jens Raven menangis saat diwawancara. (INSTAGRAM ILAN ALKATIRI)

Jawa Pos Radar Madiun - Timnas Indonesia U-19 keluar sebagai juara Piala AFF U-19.

Di laga final yang berlangsung di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (29/7) malam ini, Garuda Nusantara menumbangkan Thailand U-19 dengan skor 1-0.

Satu-satunya gol disumbangkan striker naturalisasi Jens Raven di menit ke-17.

Ini merupakan gelar kedua Indonesia di Piala AFF U-19.

Terakhir kali Indonesia menjuarainya pada 11 tahun silam, tepatnya pada edisi 2013 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Usai laga yang sarat emosi dan energi ini, para pemain tampak berlinai air mata.

Tanpa terkecuali Jens Raven, sang pahlawan kemenangan Garuda Nusantara.

Ia tak bisa berkata-kata setelah memenangkan gelar perdananya bersama Indonesia.

"Sulit dipercaya," ujarnya, usai pertandingan.

Dengan berderai air mata dan masih mengalungkan bendera merah putih, Jens Raven mengucapkan terima kasih atas dukungan yang dia dapatkan.

"Para pemain, pelatih, dan seluruh supporter, ini luar biasa," sebutnya.

"Kami berlatih setiap hari. Dan hari ini, dukungan dari para supporter begitu emosional. Pencapaian ini sulit dipercaya," sambung Jens Raven.

Terpisah, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menyebut di babak kedua sengaja mwngubah strategi.

"Kami mainkan defensive counter attack," ujarnya.

"Tetapi para pemain gagal melakukan serangan balik. Jika pemain berhasil, maka skor bisa berbeda," sambung Indra Sjafri.

Jalannya Babak Pertama

Kedua tim saling meraba-raba bentuk permainan pada 10 menit pertama.

Setelah itu, Indonesia mendapatkan peluang pertama pada menit ke-13 melalui sepakan Arlyansyah Abdulmanan yang sayangnya masih diblok bek lawan sehingga datangnya bola ke gawang melemah.

Satu menit kemudian, Thailand membalas dan hampir membuka gol setelah tendangan Thanawut Phocai masih digagalkan tiang gawang.

Senjata rahasia yang sejauh ini menjadi mesin gol Indonesia, yaitu skema bola mati kembali berjalan dengan baik setelah bermula dari sepak pojok Muhammad Kafiatur pada menit ke-17, bola berhasil ditanduk tipis oleh Kadek Arel.

Sundulan Kadek lalu diteruskan oleh Jens Raven yang berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol keempatnya pada turnamen ini dan juga membawa Indonesia unggul 1-0.

Indonesia memburu gol keduanya setelah unggul satu gol dimana pada menit ke-28, melalui aksi individu, Raven mendapatkan ruang untuk menembak.

Sayangnya, tendangan striker 1,89 meter itu masih melambung.

Pada menit ke-36, pasukan Emerson Pereira mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas.

Namun, eksekusi Piyawat Petra yang berhasil melewati pagar hidup masih digagalkan tiang gawang.

Di akhir babak pertama, giliran Garuda Muda mendapatkan peluang yang sama.

Namun, eksekusi pemain pengganti Toni Firmansyah yang menggantiikan Kafiatur yang cedera, masih melebah sehingga mudah diamankan kiper Thailand Kittipong Bunma.

Skor babak pertama pun berakhir dengan 1-0 untuk keunggulan Indonesia.

Jalannya Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Indonesia kehilangan satu pemainnya lagi karena cedera setelah Welber Jardim ditarik keluar untuk digantikan Figo Dennis.

Thailand mendapatkan beberapa peluang pada 25 menit pertama. Namun, beruntung tak ada yang membahayakan gawang Ikram Algiffari.

Pada menit ke-71, Indra Sjafri terpaksa menarik keluar dua pemainnya lagi karena mendapatkan cedera setelah Raven dan Muhammad Mufli Hidayat tak sanggup melanjutkan laga dan digantikan Arkhan Kaka dan Mufdi Iskandar.

Setelah kehilangan beberapa pemainnya, tempo permainan Indonesia menurun. Sebaliknya, Thailand yang mengincar gol penyama kedudukan terus-terusan menguasai jalannya laga.

Namun, usaha Negeri Gajah Putih masih gagal membuah gol karena tak sanggup menembus pertahanan Indonesia yang kokoh. Keunggulan satu gol pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Indonesia berhasil menggagalkan usaha Thailand yang mengincar gelar keenamnya di Piala AFF U-19 untuk merengkuh gelar kedua setelah edisi 2013 di generasi Evan Dimas dan kawan-kawan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #Jens Raven #thailand #gol #menangis #piala aff #timnas #Hasil #U-19