Jawa Pos Radar Madiun - Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 menghadirkan persaingan ketat antara berbagai klub.
Kompetisi kasta kedua di liga sepak bola profesional Indonesia ini diikuti 26 tim yang terbagi dalam empat grup.
Nilai pasar seluruh kontestan rupanya cukup signifikan.
Merujuk data Transfermarkt, total nilai pasar dari keseluruhan tim Liga 2 mencapai Rp 514 miliar, atau setengah triliun lebih.
Ini menunjukkan bahwa setiap klub saling berlomba membentuk tim yang kuat guna menjadi yang terbaik di Liga 2.
Fakta menarik lainnya, ada klub Liga 2 yang sukses menggaet belasan sponsor.
Tentu, hal ini menjadi sinyal positif betapa menjanjikannya efek ekonomi yang dihasilkan dari Liga 2.
Berikut ini adalah daftar sepuluh klub dengan nilai pasar termahal, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi.
10. Persijap Jepara
Klub ini memiliki nilai pasar Rp 19,90 miliar, dengan 28 pemain dalam skuadnya, rata-rata usia 24,8 tahun, dan diperkuat tiga pemain asing.
9. Persiraja Banda Aceh
Persiraja memiliki nilai pasar sebesar Rp 21,64 miliar.
Skuad mereka terdiri dari 39 pemain dengan rata-rata usia 26,8 tahun, dan enam pemain asing.
8. PSKC Cimahi
Klub ini memiliki nilai pasar Rp 21,73 miliar.
Skuad berjumlah 28 pemain, rata-rata usia 26,8 tahun, serta diperkuat dua pemain asing.
7. Persipa Pati
Total nilai pasar Persipa Pati adalah Rp 25,12 miliar.
Mereka memiliki 41 pemain dengan rata-rata usia 25,6 tahun, serta tiga pemain asing.
6. PSMS Medan
Klub legendaris ini memiliki nilai pasar Rp 25,29 miliar, dengan 38 pemain di skuad, rata-rata usia 27,2 tahun, dan dua pemain asing.
5. Gresik United FC
Nilai pasar Gresik United mencapai Rp27,38 miliar.
Mereka memiliki skuad 36 pemain, dengan rata-rata usia 25,6 tahun, serta tiga pemain asing.
4. PSPS Pekanbaru
Klub ini memiliki nilai pasar Rp 30,33 miliar, dengan skuad berisi 43 pemain dan rata-rata usia 25,9 tahun.
Mereka juga diperkuat oleh tiga pemain asing.
3. Persela Lamongan
Total nilai pasar Persela Lamongan mencapai Rp 33,11 miliar.
Klub ini memiliki 40 pemain dengan rata-rata usia 29,9 tahun, dan tiga pemain asing.
2. PSIM Yogyakarta
Klub yang bermarkas di Yogyakarta ini memiliki nilai pasar Rp 37,28 miliar.
Skuad mereka terdiri dari 37 pemain dengan rata-rata usia 27,1 tahun, serta lima pemain asing.
1. Bhayangkara Presisi Indonesia FC
Dengan total nilai pasar sebesar Rp 55,97 miliar, Bhayangkara Presisi menjadi klub termahal di Liga 2 usai terdegradasi dari Liga 1 pada musim lalu.
Mereka memiliki skuad sebanyak 39 pemain, dengan rata-rata usia 26,5 tahun, serta lima pemain asing.
Fakta Menarik PSIM Yogyakarta, Klub yang Didukung oleh Belasan Sponsor
PSIM Yogyakarta, yang kini memiliki nilai pasar mencapai Rp 37,28 miliar, merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia yang didirikan pada 5 September 1929.
Klub ini awalnya bernama Persatuan Sepakraga Mataram (PSM) dan kemudian berubah menjadi PSIM pada 27 Juli 1930.
PSIM memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola Indonesia, termasuk menjadi juara Perserikatan pada tahun 1932.
Di bawah manajemen yang dipimpin oleh Liana Tasno, PSIM Yogyakarta berhasil menarik berbagai brand ternama sebagai sponsor.
Beberapa sponsor utama yang mendukung klub ini antara lain Bukalapak, BMoney, Rexona Men, Russ & Co, Taro Net.
Juga ada Nex Parabola, Kopi Gadjah, Apex, ExtraJoss, Tolak Angin, Sunpride, Crystalin, dan RS Bethesda.
Kerja sama ini menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap potensi PSIM untuk berprestasi di Liga 2.
Liana Tasno, presiden PSIM, berhasil memperkuat manajemen dan brand PSIM, membuat klub ini semakin kompetitif di Liga 2, baik dari segi finansial maupun kualitas tim.
Dukungan dari sponsor-sponsor ini diyakini bakal mendorong PSIM untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di musim 2024/2025. (naz)
Editor : Mizan Ahsani