Jawa Pos Radar Madiun - Tampilnya Megawati Hangestri di semifinal dan final voli putri PON 2024 mengundang polemik.
Banyak yang menyayangkan pihak yang memaksakan Mega main di event nasional, padahal kelasnya sudah pevoli internasional.
Mereka khawatir Megatron cedera hingga tak bisa turun di ajang lebih penting seperti KOVO Cup dan V-League.
Soal polemik itu, sang agen Wibi Anhari menjelaskan bahwa pembicaraan awal soal keikutsertaan Megawati di PON sudah berlangsung jauh hari.
Tepatnya, saat proses perpanjangan kontrak pada April lalu. “Saya sudah sounding (ke Red Sparks) Mega akan main PON, sudah ada perjanjian seperti itu, cuma saat itu (April) belum tahu jadwalnya (PON) kapan, yang jelas antara Agustus atau September,” kata Wibi dikutip dari Jawa Pos.
Nah, saat PON berlangsung September ini, kedua pihak melakukan pembicaraan lanjutan.
Kemudian, diputuskan bahwa Megawati hanya membela Jatim hanya di laga semifinal dan final.
“Red Sparks sudah mengizinkan. Kalau nggak mengizinkan saya nggak berani,” tegas Wibi. “Toh, pulang ke Indonesia cuma tiga hari,” imbuhnya.
Wibi mengatakan, keputusan Megawati membela tim PON Jatim adalah hasil kesepakatan semua pihak.
Dia memastikan lebih dulu kepada sang pemain. “Mega mau. Ini PON terakhirnya dia juga kan. Pihak Jatim juga menginginkan dia (Megawati) masuk, sudah ada kontrak,” tuturnya.
Ya, tahun ini bisa jadi kesempatan terakhir Megawati mengikuti PON. Sebab, cabang olahraga voli di PON memberlakukan batasan usia 25 tahun. Megawati kebetulan baru menginjak usia tersebut pada Jumat lalu (20/9).
Kehadiran Megawati terbukti membawa dampak besar bagi Jatim. Di final, Kamis (19/9), Jatim sukses menaklukkan Jabar 3-1.
Tim voli putri Jatim pun berhasil mengakhiri puasa emas PON selama 24 tahun.
Pada Jumat (20/9) malam, Megawati langsung terbang kembali ke Korsel.
Wibi memastikan bahwa Megawati akan tampil di turnamen KOVO Cup 2024. “Nanti pasti main di KOVO Cup tanggal 29. Administrasi sudah selesai, sudah harus main,” tuturnya. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto