Jawa Pos Radar Madiun - Kartu hijau mulai diperkenalkan KOVO pada kompetisi resmi olahraga voli di Korea.
Pertama dikenalkan pada KOVO Cup 2024, penerapan kartu hijau berlanjut hingga di V-League.
Pada laga Red Sparks vs Pink Spiders, Selasa (12/11) lalu, kartu hijau kembali dikeluarkan wasit yang memimpin jalannya pertandingan.
Kartu tersebut ditunjukkan kepada bintang Red Sparks, Megawati Hangestri.
Wasit menghadiahi Megawati kartu hijau lantaran pemain andalaan timnas voli putri Indonesia tersebut mengakui kesalahannya.
Sata itu dia menyentuh bola saat menghadang serangan Kim Da Eun, outside hitter dari Pink Spiders.
Adapun laga tersebut berkesudahan 2-3 (26-24, 18-25, 21-25, 26-24, 10-15) untuk kemenangan Pink Spiders.
Meski Red Sparks kalah, pemberian kartu hijau untuk Megawati menjadi salah satu sisi positif yang tak bisa diabaikan.
Hal itu menandakan bahwa sang pemain menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas di atas rivalitas.
Kebijakan Penggunaan Kartu Hijau di Voli Korea
Sekadar informasi, kartu hijau diberikan kepada pemain yang secara jujur mengakui kesalahan sehingga tidak diperlukan challenge.
Satu kejadian menarik juga tersaji pada final KOVO Cup 2024 antara Red Sparks melawan Hyundai Hillstate, Minggu, 6 Oktober lalu.
Pada set keempat, ketika Hyundai Hillstate unggul 21-16, sebuah insiden fair play terjadi.
Spike yang dilakukan pemain Red Sparks Megawati Hangestri dinyatakan keluar oleh wasit.
Namun, Wipawee Srithong, pemain Hyundai Hillstate, yang mencoba memblok bola tersebut mengangkat tangannya dan mengakui bahwa bola mengenai jarinya.
Wasit kemudian menunjukkan kartu hijau kepada Wipawee sebagai pengakuan atas kejujurannya.
Skor diubah menjadi poin untuk Red Sparks tanpa wasit perlu melihat video review.
Sistem Kartu Hijau di Kompetisi Voli Korea
Sistem kartu hijau ini adalah inovasi baru yang diperkenalkan oleh Korea Volleyball Federation (KOVO) pada musim ini.
Sistem ini diuji selama KOVO Cup sebelum kini mulai diterapkan di V-League.
Kartu hijau diberikan kepada pemain yang secara sukarela mengakui pelanggaran, seperti menyentuh bola atau net, sebelum tim atau wasit meminta video review.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat fair play dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tinjauan video yang tidak perlu.
Pada KOVO Cup, kartu hijau belum pernah digunakan di pertandingan putra, namun telah diberikan sembilan kali di pertandingan putri.
Reward untuk Penerima Kartu Hijau
KOVO ingin memajukan bola voli Korea dengan menerapkan sistem ini.
Di V-League Korea, perolehan kartu hijau akan dihitung dalam pemilihan penghargaan fair play.
Sebelumnya, penghargaan ini diberikan dengan 80 persen hasil voting dari jurnalis, wasit, pelatih, dan kapten, serta 20 persen dari catatan fair play tim.
Namun, sekarang 50 persen hasil voting dan 30 persen penilaian didasarkan pada jumlah kartu hijau yang diterima sepanjang musim.
Meskipun hadiah uang 3 juta won untuk penghargaan ini tidaklah besar, KOVO menekankan bahwa fokus utama adalah untuk menanamkan budaya fair play.
Selain itu, juga demi mengurangi durasi waktu permainan karena lamanya proses video review dan pengambilan serta perubahan keputusan oleh wasit. (naz)
Editor : Mizan Ahsani