Jawa Pos Radar Madiun - Akhir-akhir ini, video yang menampilkan Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes menyanyikan lagu "Abang Tukang Bakso" viral di media sosial.
Video sang kiper FC Dallas bersama bek timnas Sandy Walsh tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Hal itu menunjukkan sisi lain dari Maarten Paes yang bisa menyanyikan lagu Indonesia, juga tampaknya menggemari makanan khas Indonesia tersebut.
Namun, di balik viralnya video tersebut, timbul pertanyaan menarik: apakah konsumsi bakso baik untuk performa seorang atlet, terutama di level kompetisi tinggi?
Kandungan Nutrisi Bakso: Baik atau Buruk?
Bakso, makanan berbentuk bulat dari daging yang disajikan dengan kuah gurih, memiliki kandungan protein tinggi, terutama jika berbahan dasar daging sapi.
Protein ini penting bagi atlet untuk pemulihan otot setelah latihan berat.
Selain itu, bakso juga dilengkapi dengan karbohidrat dari bihun yang biasa disajikan bersama, yang membantu menjaga energi tubuh.
Namun, di balik kandungan baik tersebut, bakso sering kali mengandung lemak, kolesterol, dan natrium yang cukup tinggi.
Kadar garam atau natrium yang tinggi ini bisa berpotensi meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
Bagi seorang atlet, menjaga asupan sodium adalah hal yang penting karena berpengaruh pada performa dan stamina saat latihan atau bertanding.
Bakso dan Pengaruhnya untuk Kondisi Fisik Atlet
Dalam persiapan atau masa pertandingan, para atlet, termasuk kiper timnas Indonesia, harus menjaga pola makan yang ketat.
Tujuannya untuk mempertahankan stamina, daya tahan, dan kekuatan otot.
Mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti bakso sebelum bertanding mungkin tidak direkomendasikan.
Sebab bisa memperlambat pencernaan dan mengganggu pergerakan saat berlari atau melompat.
Meski bakso kaya akan protein, kelebihan asupan kalori tanpa aktivitas fisik yang memadai dapat menyebabkan penumpukan lemak dan penurunan stamina.
Mengapa Konsumsi Bakso Bisa Tetap Diterima?
Meski begitu, menikmati bakso sesekali mungkin tidak berdampak langsung pada kondisi fisik seorang atlet jika dikonsumsi dalam porsi dan waktu yang tepat.
Konsumsi bakso bisa menjadi salah satu cara bagi atlet untuk merasa lebih rileks dan merasakan makanan favoritnya.
Hal itu tentunya dapat meningkatkan mood dan mengurangi stres sebelum atau setelah pertandingan.
Bakso, sebagai makanan kaya akan cita rasa dan kenangan, bisa menjadi pelipur lara bagi siapapun.
Namun, untuk menjaga performa, para atlet tetap perlu mengonsumsi bakso secara terkontrol dan memastikan porsi dan frekuensinya tidak berlebihan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani