Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Andai STY Dipecat atau Mundur, 5 Pelatih Ini Bisa Bikin Timnas Indonesia Semakin Gacor

Mizan Ahsani • Minggu, 17 November 2024 | 17:58 WIB
DALAM TEKANAN: Posisi Shin Tae Yong atau STY sebagai pelatih Timnas Indonesia terancam. (YONHAP)
DALAM TEKANAN: Posisi Shin Tae Yong atau STY sebagai pelatih Timnas Indonesia terancam. (YONHAP)

Jawa Pos Radar Madiun - Posisi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong atau STY, sedang menjadi sorotan.

Itu setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-4 dari Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (15/11) lalu.

Hasil ini membuat Garuda tertahan di dasar klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Kekalahan tersebut memunculkan spekulasi soal masa depan pelatih asal Korea Selatan itu.

Dengan tekanan yang semakin meningkat, spekulasi tentang kemungkinan pergantian pelatih timnas Indonesia mencuat.

Sejak beberapa bulan yang lalu, sejumlah nama pelatih top telah mencuat sebagai kandidat potensial untuk menggantikan STY jika ia mundur atau dipecat PSSI.

Berikut beberapa calon ideal pelatih timnas Indonesia yang layak dipertimbangkan.

1. Akira Nishino

Nama pelatih yang satu ini telah lama masuk dalam daftar kandidat kuat.

Ia sebelumnya sempat diisukan menduduki posisi direktur teknik PSSI, sebelum akhirnya posisi itu ditempati Indra Sjafri.

Pelatih asal Jepang ini memiliki rekam jejak mentereng, termasuk membawa timnas Jepang ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Sebagai pelatih berpengalaman, Nishino dikenal cerdas dalam meracik strategi dan memaksimalkan potensi pemain, terutama dalam membangun tim yang solid secara taktik.

Nishino juga pernah menangani Timnas Thailand, sehingga ia sudah memahami kultur sepak bola Asia Tenggara.

Meski masa baktinya di Thailand tak berakhir manis, pengalaman melatih tim ASEAN bisa menjadi nilai tambah untuk menjadikan Nishino sebagai pelatih yang ideal bagi Indonesia.

Karakternya yang disiplin dan kemampuan dalam pengembangan pemain muda sangat relevan dengan kebutuhan timnas saat ini.

2. Luis Milla

Nama Luis Milla tak asing di kancah sepak bola Indonesia.

Luis Milla, yang pernah menangani timnas Indonesia pada periode 2017-2018, juga layak masuk dalam radar.

Meski ia tidak lagi berkarier di Indonesia, warisan filosofi permainan yang ia tinggalkan masih dihargai.

Gaya permainan berbasis penguasaan bola yang diterapkannya saat itu menunjukkan potensi besar timnas, terutama di kalangan pemain muda.

Namun, apakah Milla bersedia kembali setelah meninggalkan timnas?

Pertanyaan ini menjadi tantangan tersendiri.

3. Park Hang Seo

Saat ini, Park Hang Seo menjabat sebagai Senior Advisor di klub Vietnam Bac Ninh.

Nama Park Hang Seo layak diperhitungkan, mengingat kesuksesannya membawa Vietnam menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara.

Ia sempat menjadi lawan sengit STY dan timnas Indonesia di Asia Tenggara.

Di bawah asuhannya, Vietnam memenangkan Piala AFF 2018 dan melaju ke perempat final Piala Asia 2019. Ia juga berhasil membawa tim U-23 Vietnam meraih medali emas SEA Games 2019.

Park dikenal sebagai pelatih yang piawai memanfaatkan potensi pemain lokal dan menciptakan tim dengan semangat juang tinggi.

Jika ia bergabung, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari model pembangunan tim yang telah sukses diterapkan di Vietnam.

4. Giovanni van Bronckhorst

Meski terdengar ambisius, bukan tak mungkin Giovanni van Bronckhorst bakal melatih Timnas Indonesia.

Ia memiliki darah keturunan Indonesia. Keluarganya berasal dari Maluku.

Kedekatan dengan para pemain keturunan yang telah menjalani proses naturalisasi juga bakal menjadi nilai plus.

Pelatih asal Belanda ini memiliki reputasi gemilang sebagai mantan pemain top yang membawa negaranya ke final Piala Dunia 2010.

Sebagai pelatih, Van Bronckhorst juga sukses meraih gelar liga Belanda bersama Feyenoord.

Dengan filosofi sepak bola Eropa yang modern, ia dapat memberikan warna baru bagi timnas Indonesia.

Van Bronckhorst juga dikenal pandai mengembangkan pemain muda, yang sejalan dengan kebutuhan regenerasi pemain di Indonesia.

5. Roberto Mancini

Nama Roberto Mancini mungkin saat ini terdengar mustahil, tetapi rekam jejaknya sulit diabaikan.

Mancini membawa Italia menjadi juara Euro 2020 dengan gaya permainan atraktif yang mengandalkan penguasaan bola dan serangan terorganisir.

Jika PSSI mampu meyakinkan Mancini untuk mengambil proyek di Indonesia, kehadirannya akan membawa dampak besar.

Baik dari segi prestasi maupun citra sepak bola Indonesia di kancah internasional.

Ia saat ini menganggur usai dipecat sebagai pelatih Arab Saudi.

Evaluasi Kepemimpinan STY

Sejak menangani timnas Indonesia pada akhir 2019, STY telah membawa banyak perubahan positif, seperti disiplin tinggi dan regenerasi pemain.

Namun, hasil di lapangan masih belum konsisten, terutama di kompetisi besar.

Kekalahan dari Jepang menjadi salah satu titik kritis yang memperburuk situasi.

Tekanan terhadap STY kini tidak hanya datang dari hasil pertandingan, tetapi juga ekspektasi publik yang tinggi.

Dengan timnas Indonesia berada di dasar klasemen grup, PSSI mungkin perlu segera mengevaluasi masa depannya untuk menjaga momentum pengembangan sepak bola Indonesia.

Jika STY harus meninggalkan timnas Indonesia, PSSI perlu memastikan penggantinya adalah pelatih dengan visi jangka panjang dan kemampuan untuk membangun tim yang kompetitif.

(naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #giovanni van bronckhorst #pelatih #roberto mancini #calon #shin tae yong #timnas #STY #park hang seo #Akira Nishino