Jawa Pos Radar Madiun - Timnas Indonesia segera berlaga di Piala AFF 2024 dalam waktu dekat ini.
Skuad Indonesia yang mayoritas dihuni pemain U-22 telah mengikuti pemusatan latihan di Bali sejak beberapa hari terakhir.
Melihat daftar pemain yang dipanggil Shin Tae-yong (STY), menarik untuk menganalisis prediksi formasi dan pemain yang akan diturunkan.
Di level senior, STY kerap memainkan formasi tiga bek. Strategi yang sama mungkin akan diterapkan di Piala AFF 2024.
Dengan formasi 3-5-2, STY dapat memaksimalkan kelincahan para pemain muda dalam membangun serangan balik cepat.
Kelebihan formasi ini terletak pada kekuatan pertahanan tiga bek kokoh, kontrol lini tengah yang dominan, serta dua bek sayap yang menambah daya gedor dari pinggir lapangan.
Berikut prediksi starting eleven terbaik dengan formasi ini, yang menonjolkan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman di level internasional.
Baca Juga: Profil Empat Lawan Timnas Indonesia di Grup B Piala AFF 2024, Awas Balas Dendam dari Musuh Bebuyutan
Kiper: Cahya Supriadi (Bekasi City)
Cahya dapat menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Penjaga gawang muda ini dikenal memiliki reflek cepat dan kemampuan memimpin lini belakang, menjadikannya sosok kunci di sektor pertahanan.
Cahya pernah dilatih langsung oleh STY saat pelatih asal Korea itu menangani timnas U-20.
Trio Bek Tengah: Kadek Arel Priyatna (Bali United), Rizky Ridho (Persija), Justin Hubner (Wolverhampton U-21)
Kadek Arel tampil solid sebagai bagian dari tiga bek.
Kemampuannya membaca permainan dan memberikan perlindungan di sisi kanan menjadikannya pemain yang krusial dalam formasi ini.
Sebagai pemimpin di jantung pertahanan, Rizky Ridho memiliki pengalaman dan visi bermain yang matang.
Ia juga berbahaya dalam situasi bola mati, menambah dimensi serangan dari lini belakang.
Sementara itu, Justin Hubner menjadi palang pintu kokoh di sisi kiri.
Postur tinggi dan kemampuan duel udara menjadikannya bek yang sulit dilewati lawan.
Bek Sayap Kanan: Asnawi Mangkualam (Port FC)
Sebagai pemain sayap kanan, Asnawi tak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga agresif dalam menyerang.
Kemampuan overlap-nya memberikan dimensi ekstra di sisi kanan lapangan.
Bek Sayap Kiri: Pratama Arhan (Suwon FC)
Arhan dikenal dengan lemparan jauh yang berbahaya dan perannya sebagai motor serangan di sisi kiri.
Ia juga memberikan kontribusi penting dalam bertahan.
Lemparan jauhnya yang berbahaya menjadi nilai plus yang bakal dimaksimalkan di Piala AFF 2024.
Duo Gelandang Pivot: Ivar Jenner (Utrecht) dan Zanadin Fariz (Persis Solo)
Ivar Jenner adalah jangkar di lini tengah, bertugas memutus serangan lawan dan mendistribusikan bola dengan akurat.
Kehadirannya memberikan keseimbangan antara lini belakang dan depan.
Zanadin juga menawarkan kreativitas tambahan di lini tengah.
Ia mampu memberikan umpan kunci dan mendobrak pertahanan lawan dengan dribelnya.
Gelandang Serang: Marselino Ferdinan (Oxford United)
Marselino diprediksi akan menjadi kreator utama di lini tengah Timnas Indonesia pada Piala AFF 2024.
Visi bermain, kemampuan dribel, dan tembakannya menjadikannya ancaman nyata bagi lawan.
Duo Striker: Rafael Struick (Brisbane Roar) dan Hokky Caraka (PSS Sleman)
Struick menjadi ujung tombak dengan kecepatan, kekuatan fisik, dan akurasi tembakannya. Ia diandalkan untuk memimpin lini serang Indonesia di Piala AFF.
Sebagai partner Struick, Hokky Caraka menawarkan naluri mencetak gol yang tajam.
Kombinasi keduanya diharapkan menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan.
Dengan formasi 3-5-2, Timnas Indonesia memiliki keseimbangan ideal untuk bertahan dan menyerang.
Kombinasi pemain muda berbakat seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, Ivar Jenner, memberikan harapan besar bagi Garuda untuk bersinar di Piala AFF 2024.
Jika berhasil menjaga konsistensi, trofi juara bisa menjadi milik Indonesia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani