Jawa Pos Radar Madiun - Sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 10–12 Desember 2024 menghasilkan berbagai sanksi tegas bagi pemain, ofisial, dan klub.
Para pelanggar tak hanya berasal dari kompetisi Liga 1 maupun Liga 2. Bahkan juga ada yang berasal dari EPA Liga 1 2024/2025.
Sidang ini menyoroti beragam pelanggaran, mulai dari aksi kasar pemain hingga ulah suporter yang merusak jalannya pertandingan.
Berikut hasil lengkap sidang komdis 10-12 Desember.
Pelanggaran Klub
Sejumlah klub Liga 1 maupun Liga 2 dikenakan sanksi akibat insiden di lapangan dan aksi suporter.
1. Dewa United FC
Denda Rp 50 juta karena terlambat memasuki lapangan babak kedua, membuat laga mundur 167 detik.
2. Persebaya Surabaya
Kena denda total Rp 70 juta akibat pelemparan botol air mineral dan penyalaan flare saat menghadapi Arema FC.
3. Persita Tangerang
Dijatuhi denda Rp 70 juta akibat penyalaan petasan dan pelemparan botol ke lapangan saat laga melawan Persis Solo.
Klub ini juga mendapat teguran keras karena suporter menyanyikan yel-yel provokatif.
4. Madura United FC
Pemain Sandi Arta Samosir dihukum larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp 10 juta karena aksi kasar kepada pemain lawan.
5. Gresik United FC
Denda Rp 10 juta akibat pelemparan botol dan sandal ke arah pemain Persipal FC.
6. Persiku Kudus
Dikenakan denda Rp 10 juta akibat ulah suporter yang melempar botol ke lapangan.
7. Persipa
Mendapat sanksi denda Rp 25 juta akibat akumulasi lima kartu kuning dalam satu pertandingan.
8. Semen Padang & Persija Jakarta
Kedua pihak didenda Rp 25 juta karena pelanggaran terkait kehadiran suporter Persija di laga tandang.
Pelanggaran oleh Pemain di EPA Liga 1 2024/2025
Komdis PSSI juga menyoroti aksi tidak sportif pemain muda di Elite Pro Academy.
1. Muhammad Aldino Natali (PSBS Biak U20)
Dihukum larangan bermain dua laga dan denda Rp 5 juta akibat tindakan kasar.
2. Haidir (PSM Makassar U20)
Larangan bermain dua laga dan denda Rp 5 juta karena memukul pemain lawan.
3. Anton Samba (Ofisial PSM Makassar U20)
Diberi teguran keras akibat memaki dan menyerang ofisial tim lawan.
Komitmen PSSI Tegakkan Disiplin
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk menjaga profesionalisme dan fair play dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Ia berharap semua klub, pemain, dan suporter memahami pentingnya menjaga disiplin demi kemajuan sepak bola nasional.
"Sanksi ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjaga sportivitas dan mendukung sepak bola Indonesia dengan cara yang positif," ujar Erick Thohir. (naz)
Editor : Mizan Ahsani