Jawa Pos Radar Madiun - Red Sparks sukses menghentikan langkah sempurna Pink Spiders dalam lanjutan V-League 2024-2025.
Dengan performa luar biasa dari Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic, Red Sparks menaklukkan tim pemuncak klasemen 3-1 (25-22, 25-23, 14-25, 25-22) di Incheon Samsan World Gymnasium, Selasa (17/12).
Kemenangan ini memutus rekor 14 kemenangan beruntun Pink Spiders sekaligus mengubur mimpi mereka menyamai rekor 15 kemenangan beruntun dalam satu musim yang sebelumnya dicatatkan Hyundai Hillstate pada musim 2021-2022 dan 2022-2023.
Megawati tampil gemilang dengan mencetak 20 poin, termasuk blok krusial yang membuat bintang Pink Spiders, Kim Yeon-koung, terlihat frustrasi di lapangan.
Di balik aksi impresif Megawati cs di lapangan, laga voli Korea malam kemarin juga diwarnai drama kontroversial yang melibatkan salah satu staf pelatih Pink Spiders.
Kejadian panas di luar lapangan itu turut menyita perhatian publik.
Kontroversi Pelatih Pink Spiders
Di tengah laga panas ini, momen kontroversial terjadi pada set kedua ketika skor 17-19.
Daniele Turino tiba-tiba melakukan tindakan tidak biasa dengan berjalan menuju bench Red Sparks saat timeout.
Dengan tangan di belakang punggung, ia memprotes sesuatu sambil melakukan gestur yang dianggap tidak pantas dengan posisi tubuhnya.
Reaksi cepat datang dari staf Pink Spiders yang menghentikan aksi Daniele, sementara pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, tampak terkejut dan langsung memprotes kepada wasit.
Adegan ini sontak menjadi sorotan kamera.
Baca Juga: Hasil Lengkap Sidang Komdis PSSI Terbaru, Persebaya dan Dewa United Kena Sanksi Puluhan Juta
Bahkan dikomentari keras oleh para komentator televisi yang menyebut tindakan Daniele sebagai perilaku tidak profesional di olahraga.
Reaksi Pelatih Ko Hee-jin dan Permintaan Maaf Pink Spiders
Dalam wawancara dengan media lokal Korea Munhwa Ilbo, Coach Ko Hee-jin mengungkapkan kebingungannya atas tindakan tersebut.
“Saya masih tidak tahu mengapa pelatih lawan melakukan itu. Saya tidak ingin memperburuk situasi ini, biarkan liga dan tim mereka yang menyelesaikannya,” ujarnya.
“Tugas pelatih adalah membantu pemain agar bersinar dan bermain baik,” sambung sang bos Megawati dkk tersebut.
Pihak Pink Spiders telah mengakui kesalahan dan tindakan impulsif Coach Daniele.
Mereka pun menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Coach Ko Hee-jin dan Red Sparks, serta berjanji tak akan mengulangi kejadian tersebut.
Tindakan impulsif ini bukan kali pertama bagi staf kepelatihan Pink Spiders.
Sebelumnya, Marcello Abbondanza, pelatih kepala tim, juga kerap memicu kontroversi dengan protes berlebihan kepada wasit dan tindakan kurang pantas terhadap lawan.
Meski diselimuti kontroversi, Red Sparks tetap menunjukkan performa impresif.
Kemenangan ini menegaskan kekuatan Megawati Hangestri sebagai salah satu pemain kunci yang berhasil mematahkan dominasi Pink Spiders musim ini.
Dengan dukungan Vanja Bukilic dan strategi Coach Ko Hee-jin, Red Sparks kini kembali diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara V-League 2024-2025. (naz)
Editor : Mizan Ahsani