Jawa Pos Radar Madiun - Shin Tae Yong (STY), pelatih asal Korea Selatan yang memimpin Timnas Indonesia sejak 2019, telah membawa perubahan besar dalam hal peningkatan peringkat FIFA.
Selama lebih dari empat tahun kepemimpinannya, peringkat Garuda terus menunjukkan tren positif.
Bahkan STY mencapai puncak tertinggi sepanjang sejarah sebelum ia dipecat pada awal 2025.
Perjalanan Peringkat FIFA Timnas Indonesia di Era Shin Tae Yong
Ketika STY ditunjuk, Timnas Indonesia berada di peringkat FIFA 173.
Posisi ini mencerminkan kondisi sepak bola nasional yang tengah berjuang untuk bangkit di kancah internasional.
Namun, STY memulai proyek besar dengan memotong generasi pemain, memprioritaskan pemain muda, dan memperkenalkan standar latihan yang lebih disiplin dan modern.
April 2024 Peringkat 134 Dunia
Berkat sejumlah kemenangan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan turnamen internasional lainnya, Indonesia naik ke peringkat 134 dunia, mencatat peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
November 2024 Peringkat Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pada November 2024, Timnas Indonesia mencapai peringkat FIFA 127 dunia, yang menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah sepak bola nasional.
Salah satu faktor kunci adalah kemenangan atas Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia, yang menambah 19,16 poin bagi Indonesia.
Pengaruh Pemecatan Shin Tae-yong terhadap Peringkat FIFA
Meskipun kinerja Timnas Indonesia di lapangan masih menunjukkan beberapa inkonsistensi, peringkat FIFA mencatatkan kemajuan signifikan di bawah STY.
Namun, keputusan PSSI untuk memecat Shin Tae-yong pada Januari 2025 meninggalkan tanda tanya besar tentang masa depan peringkat Garuda.
Setelah kepergian STY, ada beberapa hal yang berpotensi memengaruhi peringkat FIFA Indonesia.
1. Kinerja Pelatih Baru
Jika pelatih pengganti tidak segera membawa hasil positif, peringkat FIFA Indonesia bisa terancam turun.
Keberlanjutan strategi dan filosofi STY juga menjadi tantangan bagi pelatih baru.
2. Kompetisi Internasional
Peringkat FIFA sangat dipengaruhi oleh hasil pertandingan internasional.
Timnas harus tetap kompetitif di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan turnamen lainnya agar poin FIFA tidak menurun.
3. Pemain Naturaliasi dan Regenerasi
Salah satu warisan penting dari STY adalah regenerasi pemain muda dan kontribusi pemain naturalisasi.
Pemain seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho, dan Pratama Arhan akan menjadi pilar penting dalam menjaga performa Garuda di level internasional.
Meskipun era Shin Tae Yong telah berakhir, fondasi yang telah dibangun selama kepemimpinannya menjadi modal besar untuk terus meningkatkan peringkat FIFA.
Tantangan terbesar bagi PSSI adalah memilih pelatih yang mampu melanjutkan momentum dan visi jangka panjang STY, sekaligus menjaga konsistensi performa di lapangan.
Dengan semangat para pemain muda yang telah teruji dan pengalaman pemain naturalisasi, peluang Indonesia untuk terus naik di peringkat FIFA tetap terbuka.
Namun, keberhasilan ini membutuhkan sinergi kuat antara pelatih baru, pemain, dan federasi.
Peningkatan peringkat FIFA selama era Shin Tae-yong membuktikan bahwa Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional.
Kini, tantangan utama adalah bagaimana mempertahankan bahkan melampaui pencapaian timnas di era pasca STY dipecat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani