BALI, Jawa Pos Radar Madiun – Selesai sudah perjalanan PSM Madiun di babak reguler Liga Nusantara 2024/2025.
Tim besutan Edy Santoso itu harus puas mengakhiri kompetisi di posisi kelima klasemen grup B dengan mengantongi 9 poin dari hasil dua kali menang, tiga imbang dan tujuh kalah.
Hasil tersebut juga sekaligus memaksa PSM untuk kembali berjuang dalam playoff degradasi agar bisa bertahan di Liga Nusantara.
Adapun babak playoff degradasi akan dimulai pada 1–18 Februari mendatang.
Coach Edy mengaku sudah siap menyambut playoff degradasi. Sejumlah kekurangan tim saat mengarungi babak reguler lalu bakal dibenahi.
Khususnya lini pertahanan yang dianggap masih cukup rapuh.
’’Untuk mental (bertanding) anak-anak sendiri sudah bagus dan memiliki progres,’’ ungkapnya.
Dirinya juga menyakini kemampuan seluruh pemain sudah teruji.
Hal itu dibuktikan dari beberapa pertandingan terakhir, para pemain pelapis ternyata mampu menunjukkan kualitas terbaiknya sekalipun memungkasi laga dengan kekalahan.
’’Saat kesempatan masuk babak 6 besar tertutup, kami berusaha untuk memaksimalkan dan merotasi pemain yang ada. Demi mendapat komposisi bermain yang terbaik,’’ terang Edy.
Sambil menunggu jadwal pertandingan babak playoff degradasi diumumkan, para pemain diistirahatkan untuk sementara waktu.
Setelah itu kembali berlatih seperti biasa.
’’Kami berharap mainnya tetap di Bali agar tidak kembali melakukan adaptasi cuaca dan lapangan,’’ harap mantan pelatih Banyuwangi Putra tersebut.
Edy bertekad setidaknya mampu mengantarkan PSM Madiun bertahan di Liga Nusantara.
Mengingat klub ini punya sejarah panjang di persepakbolaan Tanah Air.
’’Kami harus bertahan karena PSM termasuk pendiri PSSI. Jadi, kami harus mati-matian untuk mengambil kesempatan poin (di babak playoff degradasi),’’ terangnya. (err/her)
Editor : Mizan Ahsani