Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Liga Voli Korea Dihantam Kontroversi Fancam, GS Caltex Jadi Klub Pertama yang Bikin Aturan Tegas

Mizan Ahsani • Selasa, 4 Februari 2025 | 19:18 WIB

Lee Joo-eun, mantan cheerleader Hyundai Hillstate
Lee Joo-eun, mantan cheerleader Hyundai Hillstate

Jawa Pos Radar Madiun - Liga Voli Korea (V-League) menghadapi isu pelik terkait penggunaan kamera oleh penonton di arena pertandingan.

GS Caltex menjadi klub pertama yang secara resmi mengeluarkan kebijakan pembatasan perekaman pribadi.

Alasannya untuk melindungi pemain dan cheerleader dari rekaman yang dianggap mengganggu atau tidak pantas.

Dalam sebuah pengumuman kepada penggemarnya, GS Caltex meminta agar penonton tidak berpindah tempat hanya untuk merekam.

Penonton juga tidak diperbolehkan terlalu fokus pada cheerleader. Selain itu, penggunaan tripod dan monopod juga dibatasi.

Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya kasus rekaman yang mengarah pada pelecehan atau eksploitasi, baik terhadap pemain maupun cheerleader.

Fancam: Promosi atau Eksploitasi?

Di era digital, fenomena fancam (video yang direkam oleh penggemar, terutama yang berfokus pada individu tertentu) telah menjadi bagian dari budaya olahraga dan hiburan.

Cheerleader seperti Seo Hyun-sook, Park Ki-ryang, Ahn Ji-hyun, dan Lee Da-hye mendapatkan popularitas besar berkat fancam yang menampilkan performa mereka.

Namun, masalah muncul ketika ada oknum penonton yang merekam dengan motif yang tidak sehat.

Contohnya seperti mengambil gambar dari sudut yang tidak pantas atau mengunggah video dengan narasi eksploitasi atau pelecehan.

Banyak juga yang merekam tanpa memperhatikan pertandingan, hanya fokus pada individu tertentu.

Seorang cheerleader yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya.

“Saya sering melihat orang-orang memasang tripod, duduk di barisan depan, dan hanya merekam kami tanpa menonton pertandingan," ujar sumber Sport Chosun.

"Beberapa bahkan mengikuti gerakan saya dari awal hingga akhir.”

Bahkan, beberapa penonton menunjukkan rekaman mereka kepada cheerleader saat mereka pulang, memperlihatkan bagaimana mereka terekam sepanjang pertandingan.

“Saya merasa tidak nyaman, kadang itu terasa seperti ancaman,” ujar seorang cheerleader lainnya.

Dampak pada Pemain dan Klub

Isu ini tidak hanya berdampak pada cheerleader, tetapi juga atlet voli. Pemain yang melakukan pemanasan di lapangan sering kali menjadi target kamera tanpa izin.

Ada kasus di mana rekaman pemain yang sedang melakukan stretching atau pemanasan disalahgunakan dan disebarkan di media sosial untuk tujuan yang tidak pantas.

Situasi ini semakin diperparah dengan pertumbuhan YouTube dan media sosial, di mana video semacam ini dapat digunakan untuk konten yang menarik perhatian.

Padahal tidak ada hubungannya dengan pertandingan voli itu sendiri.

Respon Liga Voli Korea (KOVO) dan GS Caltex

Menanggapi masalah ini, KOVO menyatakan bahwa mereka telah meningkatkan pemantauan terhadap video yang tersebar di platform seperti YouTube dan media sosial lainnya.

 

Papan elektronik di stadion kini juga menampilkan aturan terkait etika di stadion dan pembatasan penggunaan kamera.

Namun, KOVO mengakui bahwa tidak ada dasar hukum yang cukup kuat untuk melarang sepenuhnya penggunaan kamera atau memberikan sanksi kepada pelanggar.

GS Caltex menjadi klub pertama yang secara resmi melarang penggunaan tripod dan monopod.

Mereka juga membatasi perekaman berlebihan yang tidak berkaitan dengan pertandingan.

Klub-klub lain juga mulai menerapkan langkah serupa dengan mengubah struktur tempat duduk, meningkatkan pengawasan keamanan, dan memberi peringatan kepada pelanggar.

Meski GS Caltex telah mengambil langkah tegas, isu ini tetap menjadi perdebatan panjang.

Di satu sisi, banyak yang berargumen bahwa fancam dapat meningkatkan popularitas pemain dan cheerleader, seperti yang telah terjadi dalam industri hiburan Korea.

Namun, di sisi lain, banyak video yang disalahgunakan dan mengarah pada eksploitasi individu. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#pemain #gs caltex #Voli korea #Fancam #kontroversi #cheerleader