Jawa Pos Radar Madiun – Persikabo 1973 mengalami nasib tragis setelah dipastikan degradasi ke Liga 3, hanya satu musim setelah turun dari Liga 1.
Tim kebanggaan masyarakat Bogor itu mengalami keterpurukan panjang dan gagal bangkit di Liga 2 musim 2024/2025.
Dengan hanya 1 kemenangan dan total 5 poin dari 16 pertandingan, Laskar Padjadjaran finis di posisi buncit grup 1 musim reguler.
Alih-alih bangkit di babak degradasi, mereka justru semakin terpuruk dan menjadi tim pertama yang dipastikan turun kasta.
Dari Liga 1 ke Liga 3: Kejatuhan Persikabo 1973
Persikabo 1973 sebenarnya bukan tim kecil di sepak bola Indonesia. Mereka pernah bertahan cukup lama di Liga 1, bahkan beberapa kali lolos dari zona degradasi.
Namun, setelah terdegradasi dari Liga 1 2023/2024 dengan hanya 20 poin dalam 34 laga, mereka gagal bangkit di Liga 2.
Manajemen yang buruk dan rumor tunggakan gaji pemain pada Oktober 2024 semakin memperburuk situasi.
Di babak degradasi, Persikabo 1973 hanya meraih 1 poin dari 4 pertandingan, hasil dari imbang melawan Adhyaksa 1-1.
Tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan dari Bekasi City (1-2) serta Dejan FC (3-4 dan 1-3).
Dengan dua laga tersisa dan selisih poin yang tak mungkin dikejar, Persikabo 1973 harus menerima kenyataan pahit: turun kasta ke Liga 3 musim depan.
Pernah Punya Striker Gacor
Meski kini terpuruk, Persikabo 1973 pernah punya catatan impresif di Liga 1.
Mengutip JawaPos.com, Persikabo 1973 dikenal sebagai tim yang mampu mendatangkan penyerang asing tajam:
Aleksandar Rakic (Liga 1 2018) – Top skor dengan 21 gol, mengungguli David da Silva dan Marko Simic.
Ciro Alves (Liga 1 2019 & 2021/2022) – 20 gol di musim 2021/2022, hanya terpaut 3 gol dari Ilija Spasojevic.
Namun, setelah era Rakic dan Ciro, lini depan Persikabo 1973 menurun drastis.
Pedro Henrique yang didatangkan musim 2022/2023 gagal menunjukkan ketajaman, dan sejak saat itu, performa mereka terus merosot.
Dua Kali Degradasi, Bagaimana Nasib Persikabo 1973?
Terdegradasi dari Liga 1 musim lalu tampaknya belum cukup menjadi tamparan bagi manajemen Persikabo 1973.
Tanpa perbaikan signifikan, tim ini justru semakin tenggelam.
Kini, dengan kepastian turun ke Liga 3, masa depan Laskar Padjadjaran menjadi tanda tanya besar.
Apakah mereka mampu bangkit dari keterpurukan, atau justru semakin tenggelam dalam krisis? (ota)
Editor : Mizan Ahsani