Jawa Pos Radar Madiun – Gelandang timnas Indonesia, Thom Haye, punya filosofi bermain yang terinspirasi dari salah satu maestro lini tengah terbaik, Andrea Pirlo.
Keanggunan, visi permainan, serta akurasi umpan panjang yang jadi ciri khas legenda Italia itu, menjadi referensi utama Haye dalam mengembangkan permainannya.
Sebagai pemain yang beroperasi di lini tengah, Thom Haye tidak hanya bertugas menjaga ritme permainan, tetapi juga menjadi jembatan antara lini belakang dan lini depan.
Kemampuannya dalam mengalirkan bola dengan presisi dan membaca pergerakan lawan menjadikannya sosok penting di setiap pertandingan.
Dalam sebuah wawancara, ia mengaku sudah lama mengamati pemain berjuluk Metronome tersebut.
Bahkan Haye merasa gaya bermainnya memiliki sedikit kemiripan dengan legenda Juventus dan AC Milan itu.
"Saya memerhatikan permainan Andrea Pirlo dalam beberapa tahun terakhir kariernya, dengan semua umpan-umpannya," ujarnya, mengutip Kita Garuda, Senin (10/2).
"Saya pikir permainan saya pun agak mirip dengan permainannya. Jadi, ya, sangat menyenangkan bisa mengikuti gaya permainannya," sambung Haye.
Tak hanya dalam distribusi bola, Haye juga meniru salah satu keunggulan Pirlo yang kerap menjadi pembeda di laga-laga besar, yakni eksekusi bola mati.
Pemain Almere City ini mengaku telah melatih teknik tersebut sejak usia muda dan menjadikannya sebagai salah satu senjata andalannya di lapangan.
"Saya melatihnya secara khusus ketika masih muda, termasuk dalam situasi bola mati. Saya cukup percaya diri mengatakan bahwa itu keunggulan saya sejak awal," lanjutnya.
Performa Thom Haye di Eredivisie
Gaya permainan yang ia kembangkan bersama Almere City pun semakin terlihat matang.
Terbaru, Haye tampil dominan saat membantu timnya meraih kemenangan penting 1-0 atas FC Utrecht, yang menjadi kemenangan ketiga Almere City musim ini.
Dalam 76 menit di lapangan, Haye menunjukkan kelasnya sebagai jenderal lini tengah dengan statistik impresif.
Ia mencatat 64 sentuhan, tiga umpan kunci, 42 umpan dengan akurasi 62 persen, tiga umpan lambung, dua umpan silang, dan satu dribel sukses.
Kontribusi defensifnya juga jempolan. Ia mencatat empat sapuan, satu cegatan, dan dua tekel.
Meski Almere City masih terpuruk di dasar klasemen Eredivisie dengan 13 poin, performa Thom Haye terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Kini, gelandang yang baru saja merayakan ulang tahun ke-30 itu tengah berusaha membantu timnya keluar dari zona degradasi.
Thom Haye semakin menegaskan bahwa timnas Indonesia punya sosok pengatur serangan yang mumpuni dan siap memberikan kontribusi besar di level internasional. (ota)
Editor : Mizan Ahsani