Jawa Pos Radar Madiun – FC Porto harus puas berbagi angka dengan AS Roma setelah bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Europa yang digelar di Estadio do Dragao, Jumat (14/2).
Laga ini berlangsung sengit dengan banyak pelanggaran dan keputusan kontroversial wasit Tobias Stieler, yang membuat pelatih Claudio Ranieri melontarkan kritik pedas terhadap UEFA.
Porto tampil lebih dominan dengan 58 peraen penguasaan bola dan 12 tembakan, tetapi Roma menunjukkan efektivitas serangan mereka dengan 15 tembakan dan 4 tepat sasaran.
Total tujuh kartu kuning dan satu kartu merah menjadi bukti kerasnya pertandingan yang berjalan ketat sejak awal.
Porto memulai laga dengan agresif, mengandalkan dominasi bola dan permainan cepat.
Namun, justru AS Roma yang berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Mehmet Celik, yang sukses memanfaatkan umpan Artem Dovbyk di kotak penalti.
Di babak kedua, Porto meningkatkan intensitas serangan mereka.
Francisco Moura akhirnya membawa Porto menyamakan kedudukan dengan tembakan keras dari luar kotak penalti, yang gagal diantisipasi kiper Roma.
Setelah gol penyama kedudukan, laga semakin panas dengan banyaknya pelanggaran keras.
Beberapa keputusan wasit Tobias Stieler dianggap kontroversial, membuat Claudio Ranieri geram dan mengkritik UEFA atas penunjukan wasit tersebut.
Hingga peluit akhir, skor tetap 1-1, membuat kedua tim harus puas berbagi angka.
Rating Pemain Porto
Francisco Moura (3.6): 85 menit, 1 gol, 3 tembakan, pencetak gol penyama kedudukan untuk Porto.
André Varela (3.7): 63 menit, 1 kartu kuning, tampil cukup stabil meski tidak banyak menyerang.
Fábio Vieira (3.6): 27 menit, 2 tembakan, cukup aktif setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Nahuel Pérez (3.6): 90 menit, 1 tekel, 69 operan, kokoh di lini belakang.
Diogo Costa (4.1): 90 menit, 3 penyelamatan, beberapa kali menyelamatkan Porto dari kebobolan tambahan.
Rating Pemain Roma
Mehmet Çelik (4.4): 90 menit, 1 gol, 2 pelanggaran, mencetak gol pembuka bagi Roma.
Artem Dovbyk (4.2): 75 menit, 1 assist, 1 tembakan, berperan dalam terciptanya gol Roma.
Paulo Dybala (4.4): 40 menit, 1 tembakan, memberikan pengaruh besar di lini serang Roma.
Mile Svilar (4.1): 90 menit, 1 penyelamatan, tampil tenang menjaga gawang Roma.
Evan Ndicka (4.0): 90 menit, 3 pelanggaran, 36 operan, menjaga pertahanan Roma tetap solid.
Kontroversi Wasit dan Kritik Claudio Ranieri
Wasit Tobias Stieler menjadi pusat perhatian setelah beberapa keputusan yang dinilai merugikan Porto.
Claudio Ranieri pun melontarkan kritik tajam kepada UEFA dalam wawancara setelah pertandingan.
"Saya tidak bisa menerima bagaimana mungkin Tuan Rosetti, yang dikenal sebagai sosok jujur dan terhormat, mengirim wasit seperti ini ke Porto?" ujar Ranieri.
Dari 22 pertandingan yang dia pimpin, tim tamu hanya mendapat sembilan hasil imbang! Sisanya semua dimenangkan tim tuan rumah," sambungnya, kepada Sky Sport Italia.
Komentar ini semakin memperkeruh atmosfer laga yang sudah berlangsung panas dengan banyak pelanggaran dan keputusan wasit yang memicu perdebatan.
Porto lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi Roma lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Francisco Moura menyelamatkan Porto dengan golnya, sementara Mehmet Çelik memastikan Roma tetap mendapat satu poin.
Wasit Tobias Stieler menjadi sorotan karena keputusan kontroversialnya, memicu kemarahan Claudio Ranieri.
Hasil ini membuat kedua tim harus berjuang lebih keras di laga berikutnya untuk memastikan langkah mereka ke fase berikutnya.
Dengan hasil ini, Porto dan Roma masih harus membuktikan diri di pertandingan selanjutnya. Kedua tim harus meningkatkan efektivitas serangan jika ingin melaju lebih jauh di kompetisi ini. (ota)
Editor : Mizan Ahsani