Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Atalanta Tak Baik-Baik Saja? Konflik Gasperini-Lookman Pecah usai Keok di Playoff Liga Champions, Begini Kronologinya

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 20 Februari 2025 | 07:02 WIB
Pemain Atalanta, Ademola Lookman.
Pemain Atalanta, Ademola Lookman.

Jawa Pos Radar Madiun - Atalanta harus menelan pil pahit usai kalah 1-3 dari Club Brugge dalam laga play-off Liga Champions 2024/25, Selasa (24/10).

Hasil ini memastikan mereka tersingkir dengan agregat 5-2.

Namun, kekalahan ini bukan satu-satunya hal yang menjadi sorotan, karena perseteruan antara Ademola Lookman dan pelatih Gian Piero Gasperini mencuat ke publik.

Lookman, yang baru pulih dari cedera, masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Namun, insiden terjadi pada menit ke-60 ketika Atalanta mendapat hadiah penalti.

Lookman mengambil bola dan mengeksekusi penalti meskipun bukan penendang utama tim.

Sayangnya, ia gagal mencetak gol, yang kemudian memicu komentar pedas dari Gasperini setelah pertandingan.

Pelatih Atalanta tersebut secara terbuka menyebut Lookman sebagai "salah satu pengambil penalti terburuk yang pernah saya lihat."

Pernyataan ini langsung mendapat reaksi dari Lookman, yang menilai kata-kata sang pelatih sangat tidak menghargai usahanya untuk tim.

Dalam pernyataan resminya, Lookman mengungkapkan kekecewaannya terhadap komentar Gasperini, yang menurutnya tidak hanya menyakitkan tetapi juga tidak menghormatinya sebagai pemain yang telah bekerja keras untuk klub.

"Diperlakukan seperti itu tidak hanya menyakitkan, tetapi juga terasa sangat tidak sopan, terutama karena kerja keras dan komitmen luar biasa yang selalu saya lakukan setiap hari untuk membantu membawa kesuksesan bagi klub ini dan bagi para penggemar Bergamo yang luar biasa," ujar Lookman seperti dikutip Sky Sport.

Pemain sayap asal Nigeria itu juga menjelaskan bahwa keputusan mengambil penalti bukan sepenuhnya atas keinginannya sendiri, melainkan karena mendapat instruksi dari pemain lain di lapangan.

"Selama pertandingan, pengambil penalti yang ditunjuk memerintahkan saya untuk mengambil penalti; dan untuk mendukung tim, saya mengambil tanggung jawab saat itu juga untuk melakukannya. Hidup adalah tentang tantangan dan mengubah rasa sakit menjadi kekuatan yang akan terus saya lakukan."

Gasperini: "Saya Tidak Menghargai Keputusan Lookman"

Di sisi lain, Gasperini menegaskan bahwa Lookman tidak seharusnya mengambil penalti karena catatan buruknya dalam latihan maupun pertandingan.

"Lookman tidak seharusnya mengambil penalti itu, dia adalah salah satu pengambil penalti terburuk yang pernah saya lihat," tegas Gasperini.

"Sejujurnya, dia memiliki catatan yang sangat buruk bahkan saat latihan, dia hanya berhasil mengonversinya sedikit. Retegui dan De Ketelaere ada di sana, tetapi Lookman dalam momen antusiasme setelah mencetak gol memutuskan untuk mengambil bola dan itu adalah tindakan yang sama sekali tidak saya hargai."

Ketegangan antara pemain dan pelatih tentu menjadi sorotan utama di tengah kegagalan Atalanta di Liga Champions.

Lookman adalah salah satu pemain kunci bagi tim, tetapi pernyataan Gasperini bisa mempengaruhi hubungan mereka ke depannya.

Jika konflik ini tidak segera diselesaikan, bisa saja Atalanta mengalami dampak negatif di kompetisi domestik Serie A.

Sementara itu, fans Atalanta pun terpecah dalam menyikapi situasi ini.

Sebagian mendukung Lookman yang dianggap hanya berusaha membantu tim, sementara yang lain memahami keputusan Gasperini sebagai bentuk kedisiplinan terhadap strategi yang telah disepakati.

Dengan Atalanta yang kini harus fokus ke Serie A setelah tersingkir dari Liga Champions, menarik untuk melihat apakah hubungan Lookman dan Gasperini akan membaik atau justru berakhir dengan kepergian salah satu dari mereka. (ota)

Editor : Mizan Ahsani
#Lookman #gasperini #Liga Champions #Atalanta