Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

4 Alasan Naturalisasi Joey Pelupessy Cocok untuk Timnas: Usia 31 Tahun, Kenyang Pengalaman Pimpin Lapangan Tengah

Mizan Ahsani • Senin, 24 Februari 2025 | 18:35 WIB
Joey Pelupessy, calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, saat berseragam Sheffield Wednesday.
Joey Pelupessy, calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, saat berseragam Sheffield Wednesday.

Jawa Pos Radar Madiun - Joey Pelupessy akan segera bergabung dengan Timnas Indonesia setelah menjadi incaran resmi pelatih Patrick Kluivert.

Gelandang tengah keturunan Maluku ini telah ditetapkan oleh PSSI sebagai pemain naturalisasi berikutnya, bersama dengan Dean James dan Emil Audero.

Meski usianya telah 31 tahun, Patrick Kluivert tetap menginginkan Pelupessy masuk skuad Garuda.

Keputusan ini tentu memunculkan pertanyaan. Kenapa Kluivert memilih pemain senior untuk memperkuat lini tengah Timnas Indonesia?

Profil Joey Pelupessy

Joey Mathijs Pelupessy lahir pada 15 Mei 1993. Ia pemain sepak bola berpaspor Belanda yang kini bermain sebagai gelandang bertahan untuk klub Liga Belgia, Lommel SK.

Pemain jebolan akademi FC Twente ini telah memiliki pengalaman luas bermain di berbagai liga Eropa.

Sejak debut profesionalnya pada 2013 bersama FC Twente, Pelupessy telah memperkuat enam klub berbeda sepanjang kariernya.

Perjalanan Karier Joey Pelupessy

1. FC Twente (2013-2014)

Debut profesional pada usia 19 tahun, bermain di Eredivisie, liga kasta tertinggi Belanda.

2. Heracles Almelo (2014-2018)

Menjadi pemain inti selama 4 musim. Total 119 pertandingan di semua kompetisi

3. Sheffield Wednesday (2018-2021)

Bermain di Championship Inggris selama 3 musim. Ia mencatat 119 pertandingan, sama seperti di Heracles.

4. Giresunspor (2021-2022)

Bermain di Süper Lig Turki selama semusim

5. Groningen (2022-2025)

Membela Groningen di Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie, total bermain 57 kali untuk Groningen.

6. Lommel SK (2025 - Sekarang)

Bermain di Challenger Pro League Belgia.

Patrick Kluivert tampaknya tidak hanya melihat usia, tetapi juga pengalaman dan kualitas Joey Pelupessy.

Berikut beberapa alasan mengapa ia dipilih untuk dinaturalisasi:

1. Pengalaman Bermain di Eropa

Pelupessy memiliki jam terbang tinggi di liga-liga top Eropa, seperti Eredivisie Belanda, Championship Inggris, Süper Lig Turki, dan Challenger Pro League Belgia.

Pengalaman ini akan membantu meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia, terutama dalam disiplin taktik dan bertahan.

2. Posisi Gelandang Bertahan yang Minim di Timnas

Saat ini, Timnas Indonesia hanya memiliki sedikit opsi gelandang bertahan.

Joey Pelupessy bisa menjadi tandem atau pesaing bagi Thom Haye, Ivar Jenner, Ricky Kambuaya, dan Nathan Tjoe-A-on.

Dengan gaya bermainnya yang lebih defensif, ia bisa menambah kedalaman skuad di lini tengah.

3. Pemimpin di Lapangan

Sebagai pemain yang pernah menjadi kapten di Sheffield Wednesday, Pelupessy memiliki jiwa kepemimpinan.

Timnas Indonesia membutuhkan pemain dengan mentalitas kuat, terutama saat menghadapi pertandingan di level internasional.

4. Patrick Kluivert Punya Koneksi dengan Liga Belanda

Sebagai pelatih yang memiliki sejarah panjang di Belanda, Kluivert tentu mengenal banyak pemain yang berkarier di Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie.

Pemilihan Joey Pelupessy bisa jadi berdasarkan pengetahuan langsung Kluivert mengenai kualitas sang pemain.

Joey Pelupessy mungkin bukan pemain muda, tetapi ia memiliki pengalaman dan kualitas yang bisa membawa dampak instan bagi Timnas Indonesia.

Dengan kombinasi jam terbang tinggi, kemampuan bertahan solid, dan kepemimpinan di lapangan, ia bisa menjadi salah satu pemain kunci di era Patrick Kluivert. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pemain #indonesia #alasan #timnas #naturalisasi #joey pelupessy