Jawa Pos Radar Madiun - Video Assistant Referee (VAR) telah diterapkan di Liga 1 musim ini dan terbukti membawa dampak positif. Dengan adanya VAR, pertandingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi lebih adil dan minim kontroversi.
Melihat perkembangan tersebut, Liga 2 juga akan mulai menerapkan VAR secara penuh mulai musim depan. Teknologi ini sebelumnya sudah diuji coba dalam pertandingan perebutan tempat ketiga antara Persijap Jepara vs PSPS, serta di final PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara FC.
“Nah ke depan, kami pasti menggunakan VAR secara keseluruhan untuk Liga 2,” kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, seperti dikutip dari Antara.
Dengan keputusan menggunakan VAR, jumlah wasit VAR juga akan terus bertambah. Ferry optimistis sumber daya manusia yang bertugas di VAR akan lebih memadai seiring waktu.
“Semakin hari semakin baik, awalnya cuma 13, sekarang udah dapet lebih dari 20, dan pasti kami yakin itu akan mencapai target,” imbuhnya.
Hal ini menunjukkan kesiapan LIB dalam menerapkan teknologi VAR di kompetisi Liga 2 agar berjalan optimal.
Tak hanya soal VAR, Liga 2 musim depan juga akan mengalami perubahan besar dalam jumlah peserta dan format kompetisi. Jika musim ini diikuti oleh 26 tim, maka musim depan jumlahnya dikurangi menjadi 20 tim.
Dengan jumlah tim yang lebih sedikit, format kompetisi juga mengalami perubahan signifikan. Seperti Liga 2 akan dibagi menjadi dua grup, masing-masing berisi 10 tim.
Kemudian, babak delapan besar dan play-off degradasi dihapuskan. Lalu, juara masing-masing grup otomatis promosi ke Liga 1.
Selanjutnya, satu tiket tersisa akan diperebutkan runner-up dari kedua grup melalui play-off. Sementara tim peringkat 10 dari setiap grup otomatis terdegradasi ke Liga 3.
Kemudian, peringkat sembilan dari kedua grup akan bertanding dalam play-off untuk menentukan satu tim tambahan yang terdegradasi.
Dengan format baru ini, persaingan di Liga 2 musim depan dipastikan lebih ketat dan menarik.
Sistem kompetisi juga mengalami perubahan. Ferry menjelaskan bahwa Liga 2 musim depan akan menggunakan format triple round-robin.
“Jumlahnya tinggal 20, kiri-kanan, dan formatnya juga sudah kompetisi penuh, dengan triple round-robin masing-masing grup, wilayah barat dan wilayah timur, kemudian juara-juara ketemu, kemudian nanti ada playoff untuk merebutkan runner-up,” jelasnya.
Dengan format triple round-robin, setiap tim akan bertanding tiga kali melawan lawan-lawan di grupnya sebelum menentukan siapa yang lolos ke Liga 1 dan siapa yang harus turun ke Liga 3. (her)
Editor : Hengky Ristanto