Jawa Pos Radar Madiun - Liverpool harus mengubur mimpi mereka di Liga Champions setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Anfield, Rabu (13/3) dini hari WIB.
The Reds gagal mempertahankan keunggulan agregat 1-0 dari leg pertama, setelah Ousmane Dembele mencetak gol cepat yang menyamakan agregat menjadi 1-1.
Laga pun berlanjut hingga perpanjangan waktu dan akhirnya ditentukan lewat adu penalti, di mana Gianluigi Donnarumma tampil sebagai pahlawan PSG dengan dua penyelamatan krusial.
Dengan kemenangan ini, PSG menjadi tim pertama dalam sejarah yang menyingkirkan Liverpool setelah The Reds unggul di leg pertama di kandang lawan.
Sementara bagi Liverpool, kegagalan ini membuat mereka harus mengalihkan fokus ke ajang domestik, terutama Liga Inggris dan final Piala Carabao.
Luis Enrique: Kedua Tim Pantas Lolos
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui bahwa laga melawan Liverpool berjalan ketat dan kedua tim sebenarnya layak untuk melaju ke perempat final.
"Tidak masalah apakah kami pantas menang atau tidak. Kedua tim pantas lolos. Kami bermain lebih baik di Paris dan mereka bermain lebih baik di sini. Tim saya menunjukkan kepribadian dan karakter yang hebat di Anfield. Suasananya hebat dan sulit," ujar Enrique kepada Amazon Prime Video.
"Ketika hasil undian menunjukkan Liverpool melawan Paris, kedua manajer berpikiran sama: salah satu pertandingan terbaik yang dapat Anda saksikan di Eropa. Liga Champions tidak ada hubungannya dengan konsistensi. Anda harus hebat dalam beberapa momen. Kami sangat menderita. Mereka sangat menderita."
PSG kini menunggu lawan mereka di babak perempat final, yang akan ditentukan dari pemenang duel antara Aston Villa dan Club Brugge.
Arne Slot: Pertandingan Terbaik yang Pernah Ada
Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih Liverpool Arne Slot tetap memberikan pujian atas performa timnya. Ia menyebut pertandingan ini sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia saksikan.
"Itu adalah pertandingan sepak bola terbaik yang pernah saya ikuti. Saya tidak punya pengalaman sebagai manajer Liverpool. Dua tim berada pada level yang luar biasa," ujar Slot kepada Sky Sports.
"Sungguh luar biasa apa yang kami tunjukkan dalam 25 menit pertama. Selama 90 menit saya rasa kami tidak pantas kalah dalam pertandingan sepak bola hari ini. Selama 180 menit saya rasa mungkin memang pantas kami harus melalui perpanjangan waktu. Di perpanjangan waktu, PSG sedikit lebih baik dari kami."
Slot juga menyoroti bahwa Liverpool sebenarnya tampil lebih baik dibanding di leg pertama di Paris. Namun, pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa adu penalti bukanlah keberuntungan mereka.
"Tentu saja, ini mengejutkan. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk memberi tahu mereka, tetapi musim lalu kami tidak terlibat dalam Liga Champions. Jika Anda harus keluar, maka keluarlah seperti yang kami lakukan saat melawan salah satu tim terbaik di Eropa dan berjuang untuk itu."
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya tersingkir. Ia menilai Liverpool sebenarnya sudah bermain dengan sangat baik.
"Itu adalah pertandingan sepak bola yang sangat intens dan hebat untuk diikuti. Liverpool benar-benar ada di sana, dengan apa yang kami tunjukkan di Paris. Di Paris, kami berjuang tetapi kami menang. Hari ini, kami melihat tim Liverpool yang sangat bagus, tetapi kami tersingkir dari kompetisi," kata Van Dijk kepada Amazon Prime Video.
Dengan tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions, Van Dijk kini mengalihkan fokus ke final Piala Carabao melawan Newcastle United.
Gianluigi Donnarumma, Pahlawan PSG
Jika di leg pertama Alisson Becker menjadi pemain terbaik, kali ini giliran Gianluigi Donnarumma yang mencuri perhatian. Kiper asal Italia itu tampil heroik di babak adu penalti dengan menggagalkan eksekusi Darwin Nunez dan Curtis Jones.
Salah satu penyelamatan terbaiknya terjadi saat ia menepis tendangan keras Nunez yang mengarah ke pojok atas gawang. Momen itu menjadi titik balik yang mengantarkan PSG melaju ke perempat final.
Peringkat Pemain Versi Sky Sports
Liverpool:
• Alisson (7), Alexander-Arnold (7), Konate (7), Van Dijk (7), Robertson (6), Mac Allister (6), Gravenberch (6), Szoboszlai (7), Salah (5), Jota (6), Diaz (6).
• Cadangan: Nunez (4), Quansah (6), Jones (5), Gakpo (n/a), Elliott (n/a), Endo (n/a).
Paris Saint-Germain:
• Donnarumma (8), Hakimi (7), Marquinhos (7), Pacho (7), Mendes (8), Neves (7), Vitinha (8), Ruiz (7), Kvaratskhelia (7), Dembele (7), Barcola (6).
• Cadangan: Doue (7), Zaire-Emery (6), Beraldo (6), Lee (n/a), Ramos (n/a).
Pemain Terbaik Pertandingan: Gianluigi Donnarumma
Liverpool harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah kalah dalam drama adu penalti melawan PSG.
Kegagalan mengeksekusi penalti menjadi faktor utama tersingkirnya The Reds, sementara Donnarumma tampil sebagai penyelamat bagi PSG.
Kini, Liverpool harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke final Piala Carabao serta perburuan gelar Liga Inggris. Sementara itu, PSG semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini. (ota)
Editor : Mizan Ahsani