Jawa Pos Radar Madiun – Nama Simone Anzani telah menjadi salah satu ikon penting dalam dunia bola voli.
Selain sukses di lapangan, pemain tengah Italia ini kini dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Komisi Atlet FIVB untuk periode 2024-2028, sebuah posisi bergengsi yang menunjukkan pengaruh besarnya dalam olahraga ini.
Dengan tinggi 203 cm, Anzani tidak hanya dikenal sebagai middle blocker andal, tetapi juga sebagai sosok pemimpin yang berperan penting dalam kebangkitan tim nasional voli putra Italia dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut perjalanan kariernya yang penuh inspirasi dilansir di laman FIVB:
Perjalanan Karier, dari Olahraga Lain ke Bola Voli
Anzani sebenarnya tidak langsung menekuni bola voli sejak kecil.
Dari usia 5 hingga 15 tahun, ia lebih dulu mencoba berbagai olahraga seperti berenang, karate, dan sepak bola.
Namun, selama masa sekolah menengah, ia mulai serius menekuni bola voli dan mengikuti berbagai turnamen sekolah.
Karier profesionalnya dimulai pada tahun 2007, saat bergabung dengan Yaka Volley di daerah Como.
Pada 2008, ia mendapatkan panggilan untuk mengikuti Trofeo delle Regioni, ajang penting bagi pemain muda di Italia.
Performanya menarik perhatian Sisley Treviso, salah satu tim bersejarah di Italia, yang kemudian merekrutnya ke dalam tim muda mereka.
Karier Klub di Serie A Italia
Setelah tiga tahun di Treviso, Anzani pindah ke Volleyball Loreto di Serie A2 pada tahun 2011, kemudian ke Sora di liga yang sama pada 2012.
Namun, namanya mulai bersinar saat bergabung dengan BluVolley Verona di Serie A1 pada 2013.
Keberhasilannya di Verona membuatnya direkrut oleh Perugia pada 2017, di mana ia meraih treble dengan memenangkan Piala Super Italia, Piala Italia, dan Scudetto (Liga Italia). Ia bahkan dianugerahi Best Middle Blocker di Serie A1 musim tersebut.
Setelah sukses di Perugia, ia pindah ke Modena pada 2018, tempat di mana ia memenangkan Piala Italia.
Namun, hanya semusim di sana, ia kembali melanjutkan kariernya di Lube Civitanova selama empat musim. Bersama Lube, ia meraih:
2 gelar Serie A1 Italia
2 trofi Piala Italia
1 Kejuaraan Dunia Antarklub FIVB
Pada awal musim 2024/2025, Anzani kembali ke Modena, menandai tugas keduanya bersama klub tersebut.
Sukses Bersama Timnas Italia
Anzani mendapat panggilan pertama ke tim nasional Italia pada tahun 2012 dan langsung membantu Italia meraih medali emas di Pesta Olahraga Mediterania tahun berikutnya.
Sejak itu, ia terus menjadi bagian penting dari skuat Azzurri.
Beberapa pencapaian internasionalnya antara lain:
Perunggu Liga Dunia FIVB 2014
Perunggu Kejuaraan Eropa CEV 2015
Perak Piala Dunia FIVB 2015
Emas Kejuaraan Eropa CEV 2021
Emas Kejuaraan Dunia FIVB 2022
Keberhasilan Italia merebut gelar Kejuaraan Dunia 2022 menjadi pencapaian yang sangat spesial, karena mereka berhasil mengakhiri penantian 24 tahun untuk meraih trofi global tersebut.
Peran di Komisi Atlet FIVB
Seiring dengan kesuksesannya di lapangan, Anzani juga mulai mengambil peran di luar pertandingan.
Pada 2023, ia ditunjuk sebagai anggota Komisi Atlet FIVB, sebelum akhirnya diangkat sebagai Sekretaris Komisi Atlet untuk periode 2024-2028.
"Saya ingin membantu Komisi Atlet dalam mengembangkan gerakan bola voli global dan mendukung para atlet, yang merupakan kekuatan utama olahraga ini," ujar Anzani, mengutip FIVB.
Pengangkatannya di komisi ini sangat penting karena ia membawa pengalaman, keahlian, dan energi baru bagi para pemain voli di seluruh dunia.
Simone Anzani adalah simbol kepemimpinan dan dedikasi dalam dunia bola voli.
Dari seorang pemain muda yang tidak pernah membayangkan bermain voli hingga menjadi juara dunia dan tokoh penting di FIVB, perjalanan kariernya merupakan inspirasi bagi banyak atlet.
Kini, sambil terus berkompetisi di Serie A1 Italia bersama Modena, Anzani juga berkontribusi dalam pengembangan bola voli global.
Dengan visi dan kepemimpinannya, ia siap membawa perubahan bagi masa depan olahraga ini. (ota)
Editor : Mizan Ahsani