Jawa Pos Radar Madiun – Septian Bagaskara menjadi satu-satunya pemain lokal baru yang mendapatkan pemanggilan ke Timnas Indonesia untuk menghadapi Australia (20/3) dan Bahrain (25/3) dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Striker Dewa United FC ini sukses mencuri perhatian Patrick Kluivert berkat performa impresifnya di Liga 1 2024/2025.
Meski bukan pemain muda, Septian membuktikan dirinya sebagai salah satu striker lokal paling tajam di Indonesia saat ini.
Berikut profil lengkap Septian Bagaskara, perjalanan kariernya dari SSB, top skor Liga 3, hingga Timnas Indonesia.
Awal Karier, dari SSB Hingga Manchester United Soccer School
Septian Bagaskara lahir di Kediri, Jawa Timur, 26 September 1997.
Minatnya terhadap sepak bola sudah terlihat sejak kecil. Pada tahun 2004, ia bergabung dengan SSB Triple S saat berusia sekitar 6-7 tahun.
Kemampuannya terus berkembang hingga pada 2015, Septian mendapat kesempatan emas untuk menimba ilmu di Manchester United Soccer School.
Di Inggris, ia mendapatkan pengalaman berharga, bahkan sempat mencetak gol ke gawang Manchester United U-17.
Sepulang dari Inggris, Septian mulai meniti karier profesionalnya di Tanah Air.
Perjalanan Karier Profesional, dari Liga 3 Hingga Liga 1
Pada 2016, Septian bergabung dengan Persedikab Kabupaten Kediri sebelum direkrut oleh Persik Kediri pada 2017.
Kariernya mulai mencuat saat membela Persik di Liga 3 2018, di mana ia tampil luar biasa dengan mencetak 28 gol dan menjadi top skor.
Keberhasilan itu membawa Persik Kediri promosi ke Liga 2.
Pada 2019, ia kembali berperan penting dalam membawa Persik menjuarai Liga 2 dan naik ke Liga 1 Indonesia 2020. Sayangnya, pandemi Covid-19 membatasi kiprahnya di kasta tertinggi.
Pada 2022, Septian pindah ke RANS Nusantara FC, klub milik Raffi Ahmad, sebelum akhirnya bergabung dengan Dewa United FC pada 2023.
Awalnya ia lebih sering menjadi pemain cadangan, tetapi perlahan mulai mendapatkan tempat utama.
Dengan tinggi badan 183 cm, ia dikenal sebagai striker yang kuat dalam duel udara serta memiliki penyelesaian akhir yang tajam.
Performa Impresif di Liga 1 2024/2025
Musim ini menjadi puncak karier bagi Septian Bagaskara. Bersama Dewa United FC, ia tampil gemilang.
Ia mencatat 25 penampilan dari 26 pertandingan, membukukan 7 gol 1 assist.
Performa ini menjadikannya striker lokal tertajam di Liga 1 saat ini dan membuatnya dipanggil oleh Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia.
"Kalau soal persaingan, saya pikir semua pemain harus saling support satu sama lain. Pelatih punya wewenang untuk memutuskan siapa yang bermain, dan kewajiban kita adalah mendukung demi Timnas Indonesia," ujar Septian.
Peluang di Timnas Indonesia: Bisa Jadi Starter?
Dengan strategi Patrick Kluivert yang cenderung memakai formasi 4-3-3 atau 3-4-3, Septian memiliki peluang besar untuk menjadi starter.
Saat ini, stok striker Timnas Indonesia cukup melimpah, tetapi efektivitasnya di Liga 1 bisa menjadi faktor penentu.
Berikut beberapa pesaingnya di lini depan:
1. Ole Romeny (7 main, 1 gol, 0 assist)
Bisa bermain sebagai winger atau second striker
Dribel dan kecepatan jadi keunggulannya
2. Rafael Struick (10 main, 1 gol, 0 assist)
Bermain di A-League bersama Brisbane Roar
Sering digunakan sebagai striker utama di Timnas era Shin Tae-yong
3. Hokky Caraka & Ramadhan Sananta
Dua striker muda potensial yang siap bersaing
4. Ragnar Oratmangoen
Terkena akumulasi kartu dan tidak bisa tampil melawan Australia. Tapi Ragnar bisa bermain saat Garuda menjamu Bahrain.
Ambisi Septian Bagaskara di Timnas Indonesia
Bagi Septian, pemanggilan ke Timnas Indonesia adalah mimpi yang menjadi kenyataan.
"Perasaan pasti senang karena ada kesempatan bagi saya bermain untuk Timnas. Jujur, awalnya kaget karena saya hanya fokus di klub dan ternyata rezeki itu datang. Pastinya saya akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin dan semoga Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026," ungkapnya.
Dengan kesempatan besar di depan mata, Septian Bagaskara siap memberikan yang terbaik untuk Garuda.
Jika mendapat menit bermain, ia berpotensi menjadi pembeda di lini serang Indonesia dalam laga melawan Australia dan Bahrain.
Septian Bagaskara adalah bukti bahwa kerja keras akan membuahkan hasil. Dari SSB kecil di Kediri hingga panggung Timnas Indonesia, ia telah menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke titik ini.
Jika mampu menunjukkan performa apik di Timnas, bukan tak mungkin Septian bisa menjadi striker utama Garuda di masa depan.
Kini, semua tergantung pada bagaimana Patrick Kluivert meramu strategi dan menentukan susunan pemain terbaik untuk menghadapi laga krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (ota)
Editor : Mizan Ahsani