Jawa Pos Radar Madiun – Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak dari Australia dengan skor 1-5 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Sydney Football Stadium, Minggu (20/4).
Meski unggul dalam penguasaan bola, Garuda justru gagal memaksimalkan peluang dan harus mengakui keunggulan efektivitas Socceroos.
Penguasaan Bola Indonesia Unggul, tapi Efektivitas Milik Australia
Timnas Indonesia tampil agresif di awal laga, dengan penguasaan bola mencapai 65 persen pada babak pertama dan kedua.
Garuda bahkan langsung mengepung pertahanan Australia dalam 15 menit pertama pertandingan.
Hasilnya, tekanan yang diberikan membuahkan hadiah penalti pada menit ke-8 setelah Rafael Struick dijatuhkan di kotak terlarang.
Namun, momen emas ini justru menjadi antiklimaks bagi Indonesia.
Kevin Diks, yang dikenal sebagai eksekutor penalti handal di Eropa, ditunjuk untuk mengambil tendangan 12 pas tersebut.
Sayangnya, tembakannya hanya mengenai mistar gawang, membuat peluang emas itu terbuang sia-sia.
Setelah kegagalan penalti tersebut, performa Indonesia mulai menurun.
Meskipun secara statistik Garuda tetap unggul dalam penguasaan bola (64% berbanding 36%), Australia tampil lebih efektif.
Pasukan Tony Popovic mampu memanfaatkan peluang dengan maksimal, berbalik menekan dan mencetak lima gol ke gawang Indonesia.
Baca Juga: Hasil Babak Pertama Indonesia vs Australia: Unggul Possession, Garuda Kalah Efektif dari Socceroos
Kevin Diks: Bek Produktif Penalti di Eropa
Kegagalan penalti Kevin Diks dalam laga kontra Australia cukup mengejutkan, mengingat rekornya sebagai bek paling produktif di Eropa musim ini.
Bersama FC Copenhagen, Diks tampil gemilang dengan mencetak 10 gol dan 4 assist dalam 18 pertandingan hingga 26 Februari 2025.
Menurut data Transfermarkt, Diks masuk dalam tiga besar bek dengan jumlah gol terbanyak musim ini, hanya kalah dari:
Zsolt Nagy (Puskas AFC) – 13 gol, 9 assist
Gabriel Mentz (Gzira United) – 11 gol, 1 assist
Kevin Diks (FC Copenhagen) – 10 gol, 4 assist
Menariknya, seluruh 10 gol Diks berasal dari titik penalti, menjadikannya salah satu bek dengan ketajaman luar biasa dalam eksekusi bola mati.
Namun, dalam laga krusial melawan Australia, keberuntungannya seolah hilang.
Diks, yang musim depan akan bergabung dengan Borussia Mönchengladbach di Bundesliga untuk musim 2025/2026, tentu ingin melupakan momen buruk ini dan kembali menunjukkan ketajamannya di Eropa dan timnas Indonesia. (ota)
Editor : Mizan Ahsani